MAHATVA.ID -Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas JW Taborat, menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan agenda pembangunan skala provinsi dalam masa reses di Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Dalam pertemuan di Desa Sangliat Krawain dan Lorwembun pada Kamis (3/9), Taborat menempatkan masyarakat sebagai pemegang mandat tertinggi dalam arah kebijakan pembangunan.
Bukan sekadar formalitas, Taborat secara lugas meminta konstituen untuk bersikap kritis terhadap kinerjanya.
“Kalian adalah pemberi mandat. Jika ada yang kurang tepat, kritik saya, marahi saya. Karena tuan yang sebenarnya adalah rakyat, bukan kami,” tegasnya di hadapan warga.
Intervensi Infrastruktur dan Mitigasi Bencana
Dalam serap aspirasi tersebut, fokus utama tertuju pada kebutuhan mendesak yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Di Desa Lorwembun, warga mengusulkan pembangunan talud penahan banjir serta dukungan material untuk pembangunan Gedung Pastoran sebagai prioritas utama.
Infrastruktur ini dinilai esensial untuk melindungi kawasan pemukiman dari ancaman luapan air yang kerap merusak stabilitas lingkungan.
Sementara itu, di Desa Sangliat Krawain, persoalan mitigasi bencana menjadi sorotan tajam. Masyarakat mendesak penanganan serius terhadap potensi longsor yang mengancam akses utama menuju desa.
Karena sebagai jalur ekonomi dan mobilitas strategis, intervensi pemerintah provinsi di sektor jalan dan penguatan tebing menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Investasi SDM dan Dukungan Keagamaan
Selain pembangunan fisik, Taborat juga menyerap aspirasi terkait penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Bantuan pendidikan bagi mahasiswa asal Tanimbar menjadi poin krusial yang dibahas.
Warga berharap Pemerintah Provinsi Maluku melalui jalur aspirasi anggota dewan dapat memperluas jangkauan beasiswa atau bantuan studi guna meringankan beban generasi muda yang sedang menempuh pendidikan tinggi.
Di sektor sosial-keagamaan, dukungan infrastruktur rumah ibadah juga menjadi aspirasi dominan. Warga mendorong adanya bantuan hibah pembangunan gereja serta pemenuhan material fasilitas keagamaan bagi kelompok-kelompok kategorial di desa.