Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru yang tidak hanya berkaitan dengan cara menanam dan merawat kangkung, tetapi juga mengajarkan berbagai nilai penting dalam kehidupan.
“Kami merasa senang bisa mengikuti kegiatan ini karena mendapatkan pengalaman langsung dalam menanam dan merawat kangkung hingga akhirnya hari ini bisa dipanen. Semoga keterampilan yang kami dapatkan di sini nantinya bisa kami manfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Ke depan, Lapas Kelas IIA Cibinong akan terus mengoptimalkan lahan yang tersedia melalui berbagai kegiatan produktif dan program ketahanan pangan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Cibinong untuk menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan mereka agar memiliki keterampilan dan mental yang lebih siap ketika kembali ke masyarakat.
Melalui pertanian produktif, Lapas Cibinong berharap warga binaan dapat memperoleh pengalaman dan keterampilan kerja yang bermanfaat sebagai modal menata kehidupan di masa depan.
Panen 80 kilogram kangkung tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa lahan produktif di lingkungan pemasyarakatan dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan yang berdaya guna, mendukung ketahanan pangan, serta membuka peluang bagi warga binaan untuk menanam keterampilan dan harapan baru.
Dengan pengembangan program yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Cibinong berkomitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang semakin produktif, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan maupun masyarakat.