BOGOR, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus mengembangkan program ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui pemanfaatan lahan produktif, warga binaan berhasil memanen 80 kilogram kangkung di lingkungan Lapas Cibinong, Rabu (2/9/2026).
Panen kangkung tersebut bukan sekadar hasil dari pemanfaatan lahan kosong. Kegiatan pertanian produktif itu menjadi bagian dari proses pembinaan untuk menanamkan keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja kepada warga binaan.
Sejak tahap awal, warga binaan terlibat langsung dalam seluruh proses budidaya kangkung. Mereka mengikuti kegiatan mulai dari persiapan lahan, penanaman bibit, penyiraman, pemupukan, hingga perawatan tanaman secara rutin.
Ketekunan dan konsistensi warga binaan dalam merawat tanaman akhirnya membuahkan hasil dengan panen mencapai 80 kilogram kangkung.
Kasi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Kelas IIA Cibinong mengatakan, panen kangkung merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan program ketahanan pangan yang dipadukan dengan pembinaan kemandirian warga binaan.
Menurutnya, program tersebut memberikan pengalaman kerja secara langsung sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana.
“Panen kangkung ini merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan program ketahanan pangan di Lapas Cibinong. Kami terus mendorong warga binaan untuk terlibat aktif dalam kegiatan produktif, sehingga mereka tidak hanya menjalani proses pembinaan, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah selesai menjalani masa pidana,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan pertanian tersebut mengajarkan warga binaan bahwa keberhasilan tidak diperoleh secara instan. Proses budidaya tanaman membutuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta ketekunan.
Karena itu, hasil panen tidak hanya diukur dari jumlah produk pangan yang berhasil dihasilkan, tetapi juga dari proses pembentukan karakter dan kesiapan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Lapas Kelas IIA Cibinong akan terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih besar dan berkelanjutan.
Tidak hanya menghasilkan produk pertanian, program tersebut juga menjadi sarana pembelajaran dan pelatihan kerja bagi warga binaan dalam mengembangkan kemampuan di bidang pertanian.
Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan pertanian produktif juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan dilatih untuk memiliki sikap disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta membangun etos kerja.
“Harapannya, kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan hasil yang semakin optimal. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta etos kerja kepada warga binaan,” jelasnya.
Salah seorang warga binaan berinisial W mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan pertanian di Lapas Cibinong.