berita

BBRI Tahan Lebih Banyak Laba, Target ROE Kembali ke 20%

Rabu, 2 September 2026 | 08:15 WIB
BBRI Tahan Lebih Banyak Laba, Target ROE Kembali ke 20%

BRI Bidik ROE Kembali ke 20%

Selain pertumbuhan laba dan aset, BRI juga menargetkan peningkatan Return on Equity (ROE).

Posisi ROE BRI saat ini berada di kisaran 18,8%, sementara perseroan menargetkan tingkat pengembalian terhadap ekuitas tersebut kembali meningkat menuju 20%.

Target tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi investor untuk melihat seberapa efektif BRI mengelola modal yang dimiliki dalam menghasilkan keuntungan.

Jika pertumbuhan laba dapat dipertahankan sekaligus diikuti optimalisasi modal, peningkatan ROE berpotensi memperkuat daya tarik fundamental saham BBRI dalam jangka panjang.

Beban Impairment Ikut Meningkat

Di tengah ekspansi kredit, BRI juga menghadapi peningkatan beban penurunan nilai atau impairment.

Beban impairment tercatat meningkat 9,5% YoY menjadi Rp25,51 triliun. Kenaikan tersebut sejalan dengan ekspansi kredit perseroan yang lebih agresif.

Peningkatan impairment menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati investor karena berkaitan dengan pencadangan risiko kredit. Meski demikian, kemampuan perseroan menjaga kualitas aset tetap menjadi kunci dalam menentukan keberlanjutan pertumbuhan laba.

Prospek BBRI di Tengah Perubahan Strategi Dividen

Perubahan strategi dividen BBRI menunjukkan adanya upaya perseroan untuk membangun keseimbangan antara dividend yield, pertumbuhan kredit, penguatan modal, dan profitabilitas.

Bagi investor yang mengejar dividen tinggi, potensi penurunan DPR dari 92% menuju 60% perlu diperhitungkan dalam strategi investasi. Sebaliknya, investor jangka panjang dapat melihat peningkatan laba ditahan sebagai sumber tambahan untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Dengan laba bersih yang masih tumbuh, aset mencapai Rp2.352 triliun, serta target ROE menuju 20%, arah kebijakan permodalan dan dividen BBRI akan menjadi salah satu faktor penting yang terus diperhatikan pasar.

Halaman:

Terkini