Masukan tersebut mencakup aspek kebersihan, keamanan dan ketertiban, kemudahan akses, penataan tenant UMKM, hingga kualitas pertunjukan dan acara.
“Masukan masyarakat harus kita baca sebagai bahan untuk berbenah. Yang sudah baik dipertahankan, sementara yang masih kurang menjadi catatan untuk diperbaiki,” katanya.
Bambang menegaskan, hasil survei tidak boleh berhenti hanya sebagai laporan atau kumpulan angka statistik.
Menurutnya, data yang diperoleh harus diolah menjadi bahan analisis, evaluasi, dan rekomendasi dalam menentukan langkah perbaikan program pemerintah.
“Survei bukan sekadar mengumpulkan jawaban, tetapi menjadi salah satu cara pemerintah untuk mendengar, memahami, dan memperbaiki,” tegasnya.
Pemkab Bogor melalui Diskominfo akan terus mendorong pemanfaatan data dan hasil survei sebagai bagian dari proses evaluasi berbagai program pemerintah.
Dengan pendekatan berbasis data dan partisipasi masyarakat, kebijakan dan kegiatan pemerintah diharapkan semakin responsif terhadap kebutuhan serta mampu menjawab harapan warga Kabupaten Bogor.
Tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap CFD Tegar Beriman dan KaBOGORFEST 2026 menjadi modal positif bagi Pemkab Bogor untuk terus mempertahankan kualitas program, sekaligus memperbaiki berbagai aspek yang masih membutuhkan peningkatan.