berita

Luka di Balik Peti: Keluarga Pratu Samuel Wuarlela Gugat Transparansi, Desak Panglima TNI Usut "Kecelakaan" Perbatasan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:12 WIB
Luka di Balik Peti: Keluarga Pratu Samuel Wuarlela Gugat Transparansi, Desak Panglima TNI Usut "Kecelakaan" Perbatasan

Kronologi yang Retak: Lokasi, Kendaraan, dan Sang Danki

Ketidakjelasan tidak berhenti pada kondisi fisik. Kronologi peristiwa pun dipenuhi lubang hitam informasi:

Lokasi Kejadian: Ada perbedaan keterangan antara laporan awal yang menyebut lokasi tertentu dengan pembacaan riwayat hidup saat persemayaman di Tanimbar. Ketepatan koordinat kejadian adalah kunci utama rekonstruksi TKP.

Kendaraan: Keluarga mengetahui Pratu Samuel memiliki sepeda motor pribadi (Satria FU). Namun, muncul simpang siur apakah ia menggunakan kendaraan pribadi atau dinas saat kejadian. Kondisi kerusakan kendaraan-apakah konsisten dengan luka korban, menjadi bukti fisik krusial yang hingga kini belum dipaparkan secara utuh.

-

Kepulangan Danki: Sorotan tajam juga mengarah pada Lettu Infanteri Hafid Bahtiar, Danki Pratu Samuel.

Keluarga mencatat bahwa Danki telah kembali ke Kalimantan segera setelah prosesi persemayaman selesai, sebelum pemakaman berlangsung.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: Apakah semua pertanyaan keluarga sudah terjawab? Mengapa urgensi kepulangan terjadi di saat keluarga masih membutuhkan klarifikasi langsung dari komandan lapangan?

Hingga berita ini diturunkan, MAHATVA.ID belum mendapatkan klarifikasi resmi dari Lettu Hafid maupun satuan terkait mengenai alasan kepulangan mendesak tersebut.

Surat Terbuka untuk Panglima TNI: Kembalikan Kepercayaan Institusi

Pratu Samuel Wuarlela adalah putra terbaik Tanimbar yang bertugas di garis depan kedaulatan negara. Kematian seorang prajurit dalam masa dinas adalah kehilangan bagi negara, bukan hanya bagi keluarga.

Oleh karena itu, kejelasan penyebab kematian adalah hak konstitusional keluarga dan bentuk penghormatan tertinggi institusi kepada anggotanya.

Keluarga Pratu Samuel menyampaikan desakan tegas kepada Panglima TNI:

"Kami tidak mencari kambing hitam. Kami mencari fakta. Kami meminta Panglima TNI turun tangan langsung membentuk tim investigasi independen yang melibatkan unsur forensik eksternal jika diperlukan.

Buka data medis, buka rekaman komunikasi, dan buka hasil olah TKP. Jika ini kecelakaan, buktikan dengan sains. Jika ada kelalaian atau kesengajaan, tegakkan hukum tanpa pandang bulu."

Halaman:

Terkini