berita

Jejak 100 Tahun Kasih PBHK di Tanimbar: Jalan Santai, Senam Sehat, hingga Persiapan Misa Agung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:25 WIB
Jejak 100 Tahun Kasih PBHK di Tanimbar: Jalan Santai, Senam Sehat, hingga Persiapan Misa Agung

Jejak pelayanan PBHK juga terlihat kuat di bidang pendidikan. Melalui jaringan sekolah di bawah naungan yayasan gereja, para suster turut mengambil bagian dalam mendidik generasi muda Tanimbar.

Tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, para suster juga terlibat dalam pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai moral bagi peserta didik.

“Pengabdian selama satu abad ini adalah bukti konkret dari pelayanan berbasis kasih yang tak pernah pudar,” tambah Apolonia.

Warisan tersebut, kata dia, perlu terus dirawat agar semangat pelayanan yang telah dibangun selama 100 tahun tidak berhenti sebagai catatan sejarah.

Pemerintah dan Masyarakat Diminta Terus Dukung Misi PBHK

Besarnya kontribusi PBHK selama satu abad menjadi alasan penting bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk menjaga kolaborasi.

Apolonia mengajak masyarakat dan pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap keberlanjutan misi para Suster PBHK, baik dalam bentuk dukungan moril maupun fasilitas pendukung.

“Mari kita dukung para Suster PBHK dalam menjalankan misi panggilannya, baik melalui dukungan moril maupun fasilitas pendukung. Ini penting agar pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pembinaan karakter di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dapat terus berjalan berkesinambungan,” ajaknya.

Misa Agung Yubileum Digelar 30 Agustus

Sementara itu, persiapan menuju puncak perayaan Yubileum 100 Tahun PBHK di Tanimbar kini memasuki tahap akhir.

Panitia menyebut seluruh persiapan teknis yang telah dikerjakan secara intensif selama kurang lebih satu tahun berjalan lancar.

“Puji Tuhan, seluruh proses persiapan berjalan lancar. Perayaan puncak Misa Syukur akan digelar pada 30 Agustus 2026 di Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat. Misa agung ini dipimpin langsung oleh Yang Mulia Uskup Keuskupan Amboina, Mgr. Seno Ngutra, yang juga akan diisi dengan prosesi pemberkatan khusus bagi para suster,” terangnya.

Panitia mencatat sekitar 600 undangan resmi telah didistribusikan. Undangan tersebut ditujukan kepada jajaran Pemerintah Daerah, Forkopimda, anggota DPRD, pimpinan OPD, Dewan Stasi, para Pastor, serta tokoh masyarakat.

Dengan demikian, puncak yubileum tidak hanya menjadi perayaan internal tarekat, tetapi juga menjadi momentum bersama untuk mengenang perjalanan panjang pelayanan PBHK di Tanah Tanimbar.

Satu abad kehadiran PBHK di Kepulauan Tanimbar kini menjadi bagian dari sejarah masyarakat Bumi Duan Lolat. Dari pelayanan kesehatan, pendidikan hingga pembinaan karakter, jejak pengabdian para suster menjadi warisan yang diharapkan terus hidup dan diteruskan lintas generasi.

Halaman:

Terkini