MAHATVA.ID -Satu abad perjalanan kasih dan pengabdian para Suster Putri Bunda Hati Kudus (PBHK) di Tanah Tanimbar diperingati dengan semangat kebersamaan.
Ratusan warga memadati ruas-ruas Kota Saumlaki, Jumat pagi (28/8/2026), mengikuti Jalan Santai dan Senam Sehat dalam rangka menyongsong Yubileum 100 Tahun Kehadiran Empat Misionaris Suster-Suster PBHK di Kepulauan Tanimbar.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Misa Syukur Puncak Yubileum 100 Tahun PBHK yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus 2026.
Warga dalam jumlah besar itu, bergerak bersama dari Halaman Gedung Natar Kaumpu Olilit sebagai titik start hingga Taman Kota Saumlaki sebagai lokasi finish. Sepanjang perjalanan, suasana penuh sukacita dan persaudaraan tampak mewarnai pusat Kota Saumlaki.
Agenda tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Yubileum yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Apolonia Laratmase, bersama jajaran Suster PBHK.
Usai mengikuti senam sehat, Apolonia Laratmase menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar dimaknai sebagai aktivitas olahraga. Lebih dari itu, jalan santai dan senam sehat menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat menjelang perayaan puncak satu abad kehadiran PBHK di Tanimbar.
“Rangkaian kegiatan telah kita jalankan secara bertahap sejak awal pencanangan. Jalan sehat hari ini adalah wujud nyata momentum kebersamaan yang menyatukan para suster, Ibu Wakil Bupati, pimpinan dan anggota DPRD, jajaran Forkopimda, para pimpinan OPD, pelajar, hingga seluruh elemen masyarakat,” tutur Apolonia di hadapan insan pers.
Kemeriahan kegiatan semakin terasa dengan kehadiran Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, MKM, jajaran pimpinan Forkopimda KKT, para Pastor Paroki, pendidik, serta umat Katolik yang datang dari berbagai wilayah di Bumi Duan Lolat.
Satu Abad Pengabdian PBHK di Tanimbar
Perayaan yubileum 100 tahun menjadi momentum untuk kembali menelusuri jejak panjang pelayanan para Suster PBHK di Kepulauan Tanimbar.
Selama satu abad, kehadiran PBHK tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan kehidupan keagamaan masyarakat, tetapi juga meninggalkan kontribusi dalam bidang kesehatan, pendidikan, pembinaan karakter, dan pelayanan sosial.
Apolonia menyoroti peran para suster dalam pelayanan kesehatan masyarakat Tanimbar.
“Tarekat PBHK telah berkarya di Kepulauan Tanimbar selama 100 tahun. Sejarah mencatat betapa Rumah Sakit Fatimah pernah menjadi benteng utama pelayanan kesehatan di wilayah ini. Para suster memegang peranan yang sangat vital dalam memberikan pelayanan medis yang tulus tanpa pamungkas bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, pengabdian tersebut merupakan bagian penting dari sejarah kemanusiaan di Tanimbar, terutama ketika akses pelayanan kesehatan belum seperti sekarang.