berita

Gunung Malang dan Tugu Utara Wakili Kabupaten Bogor di Top 15 Desa Wisata Terbaik Jawa Barat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Gunung Malang dan Tugu Utara Wakili Kabupaten Bogor di Top 15 Desa Wisata Terbaik Jawa Barat

BOGOR, MAHATVA.ID – Pengembangan desa wisata di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terus menunjukkan hasil positif. Dua desa wisata, yakni Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara, berhasil masuk jajaran Top 15 Desa/Kampung Wisata Terbaik dalam Smiling West Java Integrated Tourism Destination Management Award (SWJ ITDMA) 2026.

Prestasi tersebut menjadi bukti semakin kuatnya daya saing desa wisata Kabupaten Bogor di tingkat Jawa Barat. Keduanya berhasil menyisihkan peserta lainnya dari total 44 desa/kampung wisata yang mengikuti ajang tersebut melalui tahapan seleksi portofolio digital.

Pengumuman Top 15 SWJ ITDMA 2026 disampaikan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat pada 29 Juli 2026.

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekraf) terus mendorong pengembangan desa wisata dengan memperkuat kapasitas pengelola, meningkatkan kualitas destinasi, serta membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Disparekraf Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, mengapresiasi pencapaian Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa desa wisata di Kabupaten Bogor memiliki potensi sekaligus kemampuan untuk bersaing di tingkat provinsi.

“Prestasi di SWJ ITDMA 2026 ini membuktikan bahwa desa wisata kita memiliki daya saing tangguh di tingkat provinsi. Kami berkomitmen terus menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi berkelanjutan,” ungkap Ria.

Menurut Ria, kekuatan desa wisata tidak semata-mata bergantung pada keindahan alam. Kemampuan masyarakat dalam mengolah potensi lokal menjadi produk dan pengalaman wisata juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik destinasi.

Karena itu, penguatan kapasitas pengelola wisata, masyarakat, pelaku UMKM, serta berbagai unsur pendukung menjadi bagian penting dari strategi pengembangan desa wisata di Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparekraf Kabupaten Bogor, Yuliana Idrus, menjelaskan Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara memiliki keunggulan dalam penerapan standar pengelolaan pariwisata 5A, yakni Administrasi, Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, dan Advertising.

Konsep tersebut kemudian dipadukan dengan kearifan lokal 5K khas Jawa Barat, yaitu Kadeuleu, Kaambeu, Kadangu, Karaba, dan Karasa.

“Perpaduan tersebut berhasil menghadirkan pengalaman wisata holistik. Mereka tidak hanya rapi secara tata kelola dan fasilitas, tetapi juga sukses menyajikan pengalaman sensorik otentik yang berakar pada budaya Sunda,” jelas Yuliana.

Pendekatan tersebut dinilai mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih autentik sekaligus memperkuat karakter masing-masing desa wisata.

Pengembangan desa wisata juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam membangun sektor pariwisata berbasis masyarakat.

Meningkatnya kunjungan wisatawan diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat melalui pertumbuhan UMKM, kuliner, ekonomi kreatif, jasa pariwisata, hingga pembukaan lapangan pekerjaan baru.

Halaman:

Terkini