Panglima Jilah juga mengatakan masyarakat adat turut berperan dalam melakukan pemantauan terhadap aktivitas pembakaran lahan di wilayahnya.
Menurut dia, kedekatan masyarakat adat dengan alam membuat mereka memiliki kepentingan besar untuk menjaga lingkungan dan memastikan aktivitas pembukaan lahan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
“Kita masyarakat adat itu memang selalu monitoring. Jadi kalau kita membakar di mana lahan ladang kita dibakar, di situlah kita yang akan monitoringnya,” katanya.
Ia menilai keterlibatan masyarakat adat dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Panglima Jilah tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi persoalan karhutla di Kalimantan Barat.
Penanganan kebakaran diharapkan tidak hanya mengedepankan aspek pemadaman, tetapi juga melibatkan masyarakat setempat, termasuk masyarakat adat, dalam upaya pencegahan dan pemantauan lingkungan secara berkelanjutan.