berita

Kemlu Pantau WNI di Nepal Usai Banjir Bandang dan Longsor, Belum Ada Laporan Korban

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:20 WIB
Kemlu Pantau WNI di Nepal Usai Banjir Bandang dan Longsor, Belum Ada Laporan Korban

JAKARTA, MAHATVA.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan hingga saat ini belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban maupun terdampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah perbatasan Nepal-China.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan pemerintah terus memantau kondisi WNI yang berada di Nepal maupun wilayah Tibet.

Pemantauan dilakukan melalui koordinasi dengan jejaring WNI serta Konsul Kehormatan RI di Kathmandu.

“Berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan pihak terkait, hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak,” ujar Heni dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Kemlu memberikan perhatian khusus terhadap WNI yang berada di Nepal sebagai wisatawan, terutama mereka yang tengah melakukan maupun berencana melakukan aktivitas pendakian.

KBRI Dhaka juga telah meminta seluruh agen perjalanan yang membawa WNI ke Nepal untuk segera melaporkan keberadaan dan kondisi para wisatawan yang mereka dampingi.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada WNI yang sedang melakukan perjalanan maupun pendakian di wilayah yang terdampak bencana.

Berdasarkan data Kemlu, saat ini terdapat 45 WNI yang tercatat menetap di Nepal. Sebagian besar berada di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan.

Sementara itu, bencana banjir bandang dan longsor di kawasan perbatasan Nepal-China dilaporkan telah menimbulkan korban jiwa serta menyebabkan ratusan orang masih belum ditemukan.

Otoritas Nepal mencatat sebanyak 384 orang dilaporkan hilang. Dari jumlah tersebut, 290 orang merupakan wisatawan asing yang berasal dari India, Malaysia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat.

Kondisi tersebut membuat perhatian terhadap keselamatan warga asing, termasuk WNI, terus ditingkatkan.

Kemlu bersama perwakilan RI di kawasan tersebut hingga kini terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan WNI sekaligus mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi di wilayah yang terdampak bencana.

Pemerintah mengimbau WNI yang berada di Nepal, khususnya wisatawan dan pendaki, untuk terus mengikuti informasi serta arahan dari otoritas setempat dan perwakilan RI.

Terkini