berita

Usai Panen Langsung Tanam Lagi, Lapas Terbuka Kendal Optimalkan Lahan Produktif

Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:32 WIB
Usai Panen Langsung Tanam Lagi, Lapas Terbuka Kendal Optimalkan Lahan Produktif

KENDAL, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal kembali melakukan penanaman jagung untuk periode kedua sebagai bagian dari upaya memperkuat program ketahanan pangan. Penanaman dilakukan di lahan seluas 4.200 meter persegi, Rabu (26/8/2026).

Lahan tersebut sebelumnya telah digunakan untuk budidaya jagung dan baru saja memasuki masa panen. Setelah proses panen selesai, petugas langsung melakukan pengolahan dan persiapan lahan agar dapat kembali dimanfaatkan untuk siklus tanam berikutnya.

Pola tersebut diterapkan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan produktif sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian di lingkungan Lapas Terbuka Kendal.

Penanaman jagung periode kedua dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan petugas Lapas, peserta magang, serta warga binaan.

Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses pembinaan. Warga binaan dan peserta magang mendapatkan pengalaman langsung mengenai praktik budidaya pertanian, mulai dari persiapan lahan hingga proses penanaman.

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, berharap hasil periode tanam kedua dapat meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

“Setelah panen, kami langsung melakukan pengolahan lahan agar bisa segera ditanami kembali. Harapannya, dengan pengelolaan yang lebih baik dan perawatan yang maksimal, pada periode tanam kedua ini hasil yang diperoleh bisa lebih baik dari periode sebelumnya,” ujar Nu’man.

Ia menegaskan, keberlanjutan penanaman jagung tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Terbuka Kendal dalam mengoptimalkan lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan.

“Ini juga menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus mengoptimalkan program ketahanan pangan di Lapas Terbuka Kendal,” tambahnya.

Penanggung jawab kegiatan, Rustamaji, menjelaskan bahwa penanaman periode kedua masih menggunakan bibit jagung hibrida varietas Sumo Sakti.

Varietas tersebut kembali dipilih karena pada periode sebelumnya menunjukkan pertumbuhan dan hasil buah yang dinilai cukup optimal, termasuk ukuran jagung yang lebih besar.

“Untuk periode kedua ini kami masih menggunakan jagung hibrida varietas Sumo Sakti. Varietas ini kami pilih karena pada periode sebelumnya pertumbuhan dan hasil buahnya cukup optimal, termasuk ukuran buah yang lebih besar,” jelas Rustamaji.

Untuk lahan seluas 4.200 meter persegi, pihak Lapas Terbuka Kendal menyiapkan sekitar 3 kilogram bibit jagung.

Dalam proses penanaman, jarak antarlubang dibuat sekitar 20 sentimeter, sedangkan jarak antarbaris mencapai 80 sentimeter. Setiap lubang ditanami satu benih untuk menjaga pola pertumbuhan sekaligus memudahkan proses pemeliharaan.

Halaman:

Terkini