Dalam pengembangan transportasi bus listrik, Pemkab Bogor juga menyiapkan skema kerja sama dengan pihak swasta.
Skema tersebut disiapkan agar pengadaan maupun operasional armada bus listrik tidak memberikan beban besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor.
Pemerintah daerah dapat menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung, seperti lahan parkir dan stasiun pengisian daya atau charging station.
Sementara itu, kebutuhan lainnya dapat dikolaborasikan bersama mitra swasta. Pemkab Bogor juga berencana memanfaatkan sumber daya manusia yang tersedia di Kabupaten Bogor.
“Kami persiapkan lahan parkir, stasiun charger juga kami persiapkan, lalu SDM kami kolaborasikan dengan SDM yang ada di Kabupaten Bogor, sehingga bagaimana caranya meminimalisir anggaran APBD yang keluar,” kata Rudy.
Saat ini, Pemkab Bogor masih melakukan evaluasi terhadap hasil uji coba operasional bus listrik pada koridor Bojonggede–Sentul.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan skema operasional permanen sekaligus arah perluasan jaringan bus listrik ke berbagai wilayah.
Jika rencana tersebut terealisasi, jaringan bus listrik Kabupaten Bogor berpotensi menjangkau sejumlah kawasan penting, mulai dari Bojonggede, Cibinong, Sentul, Stadion Pakansari, Kebun Raya Bogor, Depok, hingga kawasan wisata Puncak.
Pengembangan transportasi publik ramah lingkungan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah baru dalam memperkuat konektivitas wilayah, mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, mendukung pariwisata, serta menghadirkan sistem transportasi yang lebih modern di Kabupaten Bogor.