Program tersebut mencakup berbagai inisiatif konservasi, pengelolaan limbah, hingga program 1 Ticket 1 Tree.
EIGER Nature dirancang dengan mengintegrasikan unsur alam, petualangan, budaya, konservasi, dan hospitality.
Sejumlah atraksi yang disiapkan antara lain Suspension Bridge, Tree House & Net Adventure, Cultural Walk, Playscape, Nature Walk, dan Forest Adventure.
Pengunjung juga akan memiliki pilihan pengalaman menginap melalui Forest Camp, yang terdiri atas Camping Ground, Glamping, dan Cabin.
Tak hanya mengandalkan pengalaman berbasis alam, EIGER Nature juga mengadopsi teknologi melalui konsep paperless dan integrated experience.
Sistem tersebut mencakup integrasi aplikasi, wristband, akses, informasi, serta transaksi digital menggunakan EIGER Coins.
Imanuel menegaskan, teknologi digunakan sebagai pendukung agar pengunjung dapat menikmati pengalaman secara lebih mudah tanpa menghilangkan esensi interaksi dengan alam.
“Pada akhirnya, kami ingin orang tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru. Itulah perjalanan yang ingin kami bangun bersama EIGER Nature,” ujarnya.
EIGER Nature dijadwalkan membuka akses kepada publik pada September 2026. Kehadirannya diharapkan menjadi destinasi ekowisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menciptakan dampak positif bagi alam dan mendukung perjalanan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.