“Kami melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan, bukan hanya dari sisi produksi, tetapi juga bagaimana produk-produk ini dikemas, dipasarkan, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik. Ini yang menjadi salah satu ruang kerja sama yang ingin kami dorong bersama,” ungkap Jumai.
Melalui kunjungan dan penandatanganan MoA tersebut, Lapas Terbuka Kendal dan Unimus diharapkan dapat membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperluas akses pemasaran hasil pembinaan, tetapi juga mendukung terwujudnya pembinaan yang produktif, mandiri, dan berorientasi pada kesiapan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Lapas Terbuka Kendal untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperkuat program pembinaan serta menciptakan hasil pembinaan yang memberikan manfaat dan nilai ekonomi nyata.