berita

Inovatif! KDMP Cipelang Bogor Olah Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:42 WIB
Inovatif! KDMP Cipelang Bogor Olah Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong pengembangan inovasi yang dilakukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di berbagai wilayah. Salah satunya inovasi KDMP Cipelang, Kecamatan Cijeruk, yang berhasil mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

Inovasi tersebut bahkan membawa KDMP Cipelang menjadi salah satu koperasi percontohan nasional dalam pengelolaan limbah berbasis koperasi.

Melalui inovasi tersebut, sampah plastik, tali rafia, dan berbagai limbah lainnya diolah menjadi batako atau paving block. Sementara sampah organik rumah tangga dimanfaatkan menjadi pupuk kompos melalui sejumlah tahapan pengolahan.

Pemkab Bogor menilai langkah KDMP Cipelang dapat menjadi contoh bahwa koperasi desa tidak hanya berfungsi sebagai penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana, mengatakan inovasi KDMP Cipelang menunjukkan bahwa koperasi desa dapat tumbuh dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di masyarakat.

Menurut Iman, KDMP Cipelang yang dipimpin Rita Puspita Sari terus menjalankan berbagai program dengan mengandalkan kreativitas dan potensi lokal, tanpa harus menunggu adanya dukungan pembiayaan langsung dari pemerintah pusat.

“KDMP Cipelang ini dipimpin oleh seorang penggerak kepemudaan, yaitu Rita Puspita Sari. Dia sebagai Ketua Koperasi Desa Merah Putih yang begitu gigih melaksanakan program-program daripada Pak Presiden Prabowo,” ujar Iman, Rabu (19/8/2026).

Selain mengembangkan potensi ekonomi masyarakat, KDMP Cipelang juga mengumpulkan dan memasarkan berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berasal dari Desa Cipelang.

Di bidang lingkungan, koperasi tersebut mengembangkan pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Sampah plastik dan tali rafia diolah menjadi batako atau paving block. Sedangkan sampah rumah tangga diolah menjadi pupuk kompos melalui beberapa tahapan, mulai dari penggilingan, penghancuran, fermentasi hingga pengeringan.

“Yang dilakukan ini sangat positif. Mereka bergerak menggunakan hasil dan potensi yang dimiliki warga. Walaupun nantinya ada alokasi anggaran, mereka tidak menunggu pembiayaan tersebut. Mereka langsung melakukan terobosan dan mengembangkan usaha yang bisa dijalankan dengan potensi yang ada,” jelas Iman.

Inovasi pengelolaan limbah yang dilakukan KDMP Cipelang mendapat perhatian dari Kementerian Koperasi.

KDMP Cipelang bahkan dipercaya menjadi salah satu percontohan nasional dalam pengelolaan limbah pada momentum penandatanganan kerja sama antara Kementerian Koperasi dan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Pada saat penandatanganan kerja sama antara Kementerian Koperasi dan Kementerian Lingkungan Hidup, Rita diajak oleh Kementerian Koperasi untuk memamerkan produk hasil pengolahan limbah lingkungan yang dikelolanya,” kata Iman.

Halaman:

Terkini