berita

Desa Gunungsari Perkuat Perang Melawan Stunting, Keluarga dan Posyandu Jadi Garda Terdepan

Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:24 WIB
Desa Gunungsari Perkuat Perang Melawan Stunting, Keluarga dan Posyandu Jadi Garda Terdepan

BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, terus memperkuat komitmen dalam mencegah dan menangani stunting melalui Rembuk Stunting Desa Gunungsari Tahun 2026, Rabu (19/8/2026).

Mengusung tema “Bersama Bergerak, Bersama Bertindak”, kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, keluarga, dan berbagai unsur masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan stunting.

Rembuk Stunting dihadiri Kepala Desa Gunungsari Uwes Wijaya, S.E., Ketua TP-PKK Desa Gunungsari Sami Suryani, Bidan Desa Titin, Ahli Gizi Ibu Ayu, BPD, LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, kader Posyandu, kader PKK, serta unsur terkait lainnya.

Dalam forum tersebut, berbagai persoalan kesehatan dibahas, mulai dari pemenuhan gizi anak, pola asuh, kesehatan ibu dan anak, hingga pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara rutin.

Kepala Desa Gunungsari Uwes Wijaya menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, TP-PKK, hingga keluarga.

“Pencegahan stunting harus dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah desa akan terus mendukung program kesehatan dan mendorong masyarakat agar semakin peduli terhadap pemenuhan gizi serta tumbuh kembang anak,” ujar Uwes.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar berbagai program pencegahan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.

Ketua TP-PKK Desa Gunungsari Sami Suryani turut menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam memastikan kebutuhan gizi dan kesehatan anak terpenuhi sejak usia dini.

“Peran keluarga sangat penting dalam mencegah stunting. Kita harus bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama para orang tua, agar memahami pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang baik dan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” tutur Sami Suryani.

Ia berharap edukasi mengenai kesehatan dan gizi dapat terus diperkuat sehingga masyarakat semakin memahami langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Sementara itu, Bidan Desa Gunungsari Titin mengatakan, pemantauan kesehatan ibu dan anak harus dilakukan secara berkelanjutan. Deteksi dini menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui potensi gangguan pertumbuhan sejak awal.

“Yang paling penting adalah pemantauan sejak awal, mulai dari kondisi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan secara rutin, hingga pertumbuhan dan perkembangan anak setelah lahir. Apabila ditemukan masalah, kita bisa melakukan penanganan sedini mungkin,” jelas Titin.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk aktif memanfaatkan Posyandu sebagai sarana pemantauan kesehatan anak.

“Jangan menunggu anak sakit baru diperiksa. Posyandu menjadi tempat yang penting untuk memantau berat badan, tinggi badan dan perkembangan anak secara berkala,” tambahnya.

Halaman:

Terkini