“Melalui proses ini, kami ingin melihat bagaimana keberlanjutan pembangunan Zona Integritas di Lapas Cibinong. Data dukung yang disampaikan perlu menggambarkan pelaksanaan yang nyata. Karena itu, evaluasi ini juga menjadi ruang untuk memberikan masukan dan penguatan terhadap hal-hal yang masih perlu disempurnakan,” jelas Galuh.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberlanjutan WBBM tidak hanya diukur dari kelengkapan dokumen, tetapi juga dari implementasi nyata program, inovasi, integritas aparatur, serta kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat.
Bagi Lapas Cibinong, pelaksanaan Entry Meeting Monev WBBM menjadi langkah awal untuk menindaklanjuti setiap catatan dan rekomendasi dari Tim Penilai Internal.
Melalui evaluasi tersebut, jajaran Lapas Cibinong berkomitmen terus memperkuat Zona Integritas, menjaga konsistensi reformasi birokrasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
Semangat WBBM pun diharapkan tidak berhenti pada predikat, melainkan menjadi budaya kerja yang diwujudkan melalui pelayanan yang bersih, transparan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.