berita

Listrik Pulih 99,45 Persen, Jaringan Telekomunikasi NTT Terus Diperbaiki

Rabu, 19 Agustus 2026 | 05:24 WIB
Listrik Pulih 99,45 Persen, Jaringan Telekomunikasi NTT Terus Diperbaiki

NTT, MAHATVA.ID – Pemulihan infrastruktur dasar pascagempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dipercepat. Selain penanganan korban dan kerusakan bangunan, pemerintah fokus memulihkan jaringan listrik dan telekomunikasi guna mendukung kembali aktivitas masyarakat.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pemulihan infrastruktur kelistrikan dan jaringan komunikasi berjalan optimal berdasarkan laporan Pos Pendamping Nasional (Pospenas).

“Pos Pendamping Nasional (Pospenas) merilis perbaikan infrastruktur listrik dan jaringan komunikasi berjalan optimal,” kata Berton dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).

Ia menjelaskan, pada Senin (17/8/2026), Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur dan UP3 Flores Bagian Barat telah melakukan pemulihan jaringan listrik yang terdampak hingga hampir 100 persen.

Pemulihan trafo Gardu Induk (GI) bahkan telah mencapai 100 persen. Sementara itu, tiang listrik atau penyangga yang terdampak telah kembali berfungsi hingga 98,3 persen.

Berdasarkan laporan Pospenas, sebanyak 3.478 gardu distribusi yang terdampak gempa telah kembali menyala dengan tingkat pemulihan mencapai 99,45 persen.

Dari total pelanggan di wilayah terdampak, sebanyak 564.065 pelanggan atau 99,4 persen telah kembali mendapatkan pasokan listrik.

UP3 Flores Bagian Timur melayani wilayah Kabupaten Sikka dan sekitarnya. Sedangkan UP3 Flores Bagian Barat mencakup enam kabupaten di daratan Flores bagian barat, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, dan Ende.

Tingginya tingkat pemulihan listrik tersebut menjadi bagian penting dalam proses penanganan pascabencana. Ketersediaan listrik dibutuhkan untuk mendukung pelayanan publik, fasilitas kesehatan, aktivitas masyarakat, hingga distribusi bantuan.

Selain jaringan listrik, pemerintah bersama operator telekomunikasi juga terus mempercepat pemulihan jaringan komunikasi di wilayah terdampak.

Jaringan yang dikelola Telkomsel dilaporkan telah pulih hampir 100 persen di sejumlah wilayah terdampak gempa.

Pemulihan jaringan komunikasi dengan tingkat lebih dari 90 persen tercatat di Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, Sikka, Ende, dan Manggarai.

Sementara itu, pemulihan jaringan telekomunikasi di Kabupaten Manggarai Timur mencapai 76,3 persen, dengan sebanyak 14 site masih mengalami kendala.

Pemulihan jaringan komunikasi menjadi bagian penting dalam kondisi pascabencana karena mendukung komunikasi masyarakat, koordinasi petugas, pelayanan darurat, serta distribusi informasi mengenai kebutuhan dan penanganan bencana.

Halaman:

Terkini