berita

DVLA Targetkan Free Float 15 Persen, Strategi Disiapkan hingga Maret 2029

Jumat, 14 Agustus 2026 | 23:47 WIB
DVLA Targetkan Free Float 15 Persen, Strategi Disiapkan hingga Maret 2029

Jakarta, MAHATVA.ID — PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) mencatat porsi saham free float sebesar 7,76% per Juni 2026. Angka tersebut setara dengan sekitar 86,9 juta saham dari total 1,12 miliar saham DVLA yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, Ian Kloer, mengatakan perseroan tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan porsi saham free float hingga memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni minimal 15%.

“ Saat ini kami tengah menyusun berbagai strategi untuk meningkatkan free float tersebut. Sejumlah pendekatan masih dalam tahap pembahasan dan evaluasi sehingga belum dapat dipaparkan secara rinci,” ujar Ian.

Menurutnya, peningkatan porsi saham yang beredar di publik telah menjadi salah satu prioritas strategis perseroan dalam beberapa tahun ke depan.

Berdasarkan ketentuan OJK, DVLA memiliki waktu hingga Maret 2029 untuk memenuhi persyaratan minimum free float. Dengan tenggat tersebut, perseroan masih memiliki waktu sekitar tiga tahun untuk merealisasikan peningkatan porsi saham publik.

Ian menegaskan, implementasi strategi peningkatan free float akan dilakukan secepatnya. Namun, langkah tersebut membutuhkan perhitungan dan pertimbangan matang karena berkaitan dengan berbagai aspek, termasuk kondisi pasar modal serta kepentingan perseroan.

“Peningkatan free float bukan proses yang sederhana karena memerlukan pertimbangan dari berbagai aspek, baik kondisi pasar maupun kepentingan perusahaan,” jelasnya.

Perseroan memastikan target pemenuhan ketentuan free float menjadi perhatian utama sebelum batas waktu yang ditetapkan regulator berakhir.

“Target kami adalah pada saat batas waktu yang ditetapkan tiba, kami sudah dapat memenuhi persyaratan yang ada,” tutup Ian.

Dengan posisi free float saat ini sebesar 7,76%, DVLA perlu meningkatkan porsi saham publik sekitar 7,24 poin persentase untuk mencapai batas minimum 15%. Strategi yang akan dipilih perseroan nantinya diharapkan dapat memenuhi ketentuan regulator sekaligus tetap mempertimbangkan kepentingan pemegang saham dan keberlangsungan bisnis perusahaan.

Terkini