BOGOR, MAHATVA.ID – Masjid An-Nur Rawa Ilat, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi, Jumat (14/8/2026).
Mengusung tema “Teladani Akhlak Rasulullah SAW sebagai Sumber Inspirasi untuk Mengisi Kemerdekaan RI ke-81 Tahun”, kegiatan berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme masyarakat setempat.
Peringatan Maulid Nabi tersebut dihadiri Kepala Desa Dayeuh Jamhali Bj, Babinsa, Babhinmas, perangkat desa, Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW Nazmudin, S.Pd.I atau H. Nanad, Pemimpin Acara H. Abdul Sukur, S.Ag., Ketua MUI Desa Dayeuh, penceramah KH. Ahyar dari Klapanunggal, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda IKRIMA Masjid An-Nur serta warga sekitar.
Kepala Desa Dayeuh, Jamhali Bj, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan rutin keagamaan, tetapi menjadi momentum untuk kembali mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, persatuan, keadilan dan kepedulian terhadap sesama.
“Saya mengapresiasi seluruh panitia, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan warga yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan ini. Mudah-mudahan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat meningkatkan keimanan kita sekaligus mempererat silaturahmi dan persatuan masyarakat Desa Dayeuh,” ujar Jamhali Bj.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai kesempatan untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif dan bermanfaat.
“Kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal yang positif. Mari kita jadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari, menjaga kerukunan, gotong royong, serta bersama-sama membangun Desa Dayeuh agar semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tambahnya.
Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW, Nazmudin, S.Pd.I., yang akrab disapa H. Nanad, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecintaan masyarakat kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan tali silaturahmi antarwarga.
“Melalui peringatan Maulid Nabi ini, kami berharap masyarakat dapat mengambil hikmah dan menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita semakin mencintai Rasulullah SAW, mampu meneladani akhlaknya, serta terus menebarkan kebaikan dan menjaga persatuan di tengah masyarakat,” ungkap H. Nanad.
Dalam tausiyahnya, KH. Ahyar dari Klapanunggal mengajak jamaah tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW, khususnya dalam hal kejujuran, kesabaran, kepedulian, menjaga persaudaraan serta menghormati sesama.
“Kalau kita benar-benar mencintai Rasulullah SAW, maka kecintaan itu harus dibuktikan dengan mengikuti akhlak dan sunnah beliau. Jangan sampai Maulid hanya menjadi acara seremonial, tetapi setelah pulang tidak ada perubahan dalam kehidupan kita,” tutur KH. Ahyar.
Menurutnya, semangat meneladani Rasulullah SAW memiliki keterkaitan erat dengan momentum kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan, kata dia, harus diisi dengan menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial dan memberikan manfaat bagi lingkungan.