KENDAL, MAHATVA.ID – Lapas Terbuka Kendal terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui konsep peternakan terintegrasi. Salah satunya dengan mengoptimalkan hasil budidaya maggot sebagai pakan tambahan bagi ayam KUB dan ayam Cemani.
Sebanyak 22,4 kilogram maggot berhasil dipanen dari hasil budidaya yang dikembangkan di lingkungan Lapas Terbuka Kendal, Jumat (14/8/2026). Hasil panen tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai pakan tambahan untuk ayam KUB dan ayam Cemani guna mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi ternak.
Pemanfaatan maggot menjadi bagian dari konsep peternakan terintegrasi yang dikembangkan Lapas Terbuka Kendal. Melalui konsep tersebut, hasil dari satu kegiatan budidaya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan lainnya sehingga menciptakan siklus produksi yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, mengatakan pemanfaatan maggot merupakan salah satu inovasi untuk mengembangkan sektor peternakan sekaligus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.
“Kami terus mendorong agar kegiatan peternakan di Lapas Terbuka Kendal tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terintegrasi. Hasil budidaya maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan ternak, sehingga memiliki nilai guna sekaligus mendukung efisiensi dalam pengelolaan peternakan,” tegas Nu’man Fauzi.
Menurutnya, pola peternakan terintegrasi tidak hanya memberikan manfaat dalam pengelolaan sumber daya, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan warga binaan agar mampu mengenal sistem produksi yang produktif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ayom Kusumo selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan bahwa maggot yang dipanen langsung dimanfaatkan sebagai pakan tambahan untuk ayam KUB dan ayam Cemani.
“Hari ini kami berhasil memanen sekitar 22,4 kilogram maggot. Selanjutnya maggot tersebut kami manfaatkan sebagai pakan tambahan untuk ayam KUB dan ayam Cemani. Harapannya, pemanfaatan ini dapat terus dikembangkan sehingga budidaya maggot dan peternakan dapat saling mendukung,” jelas Ayom.
Pemanfaatan maggot tersebut menjadi salah satu bentuk optimalisasi hasil pembinaan yang dilakukan di Lapas Terbuka Kendal. Selain memiliki nilai guna sebagai pakan tambahan, budidaya maggot juga dapat mendukung pengelolaan peternakan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara lebih maksimal.
Melalui pengembangan peternakan terintegrasi, Lapas Terbuka Kendal terus mendorong terciptanya kegiatan pembinaan kemandirian yang produktif. Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman dan keterampilan kepada warga binaan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Konsep tersebut sekaligus memperkuat komitmen Lapas Terbuka Kendal dalam mengembangkan ketahanan pangan, peternakan berkelanjutan, serta pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata.