berita

Wakil Ketua Komisi I DPR Apresiasi Sinergi TNI-Polri dan Lembaga Negara Berantas Narkotika

Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:29 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR Apresiasi Sinergi TNI-Polri dan Lembaga Negara Berantas Narkotika

JAKARTA, MAHATVA.ID – Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, H. Anton Sukartono Suratto, mengapresiasi langkah aparat gabungan dalam memusnahkan sekitar 1,3 ton ketamin yang berhasil diamankan dari peredaran gelap narkotika.

Pemusnahan tersebut berlangsung secara simbolis di Mako Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama aparat penegak hukum dan unsur keamanan dalam memutus mata rantai peredaran narkotika lintas negara.

Operasi tersebut melibatkan sejumlah institusi, di antaranya TNI Angkatan Laut (TNI AL), Bea Cukai, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Badan Intelijen Negara (BIN).

Anton Suratto menilai keberhasilan pengungkapan dan pemusnahan barang bukti tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menghadapi ancaman narkotika yang dapat membahayakan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Pemusnahan 1,3 ton ketamin hasil sinergi TNI AL, Bea Cukai, Polri, BNN, dan BIN ini bukti nyata negara hadir dan tidak kasih ruang buat kejahatan lintas negara. Ini soal menyelamatkan masa depan generasi muda kita,” tegas Anton Suratto.

Menurut Anton, ancaman narkotika bukan hanya persoalan hukum dan keamanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan masa depan sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, upaya pemberantasan peredaran narkotika harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh elemen bangsa.

Anton menegaskan, penguatan sistem keamanan dan pertahanan nasional harus berjalan beriringan dengan upaya perlindungan masyarakat dari berbagai ancaman nonmiliter, termasuk peredaran gelap narkotika.

Ia mengapresiasi kerja bersama lintas institusi yang dinilai mampu mempersempit ruang gerak jaringan narkotika internasional.

Menurutnya, kolaborasi antara TNI, Polri, Bea Cukai, BNN, BIN, serta instansi terkait harus terus diperkuat, terutama dalam pengawasan jalur masuk barang ilegal melalui wilayah perairan dan perbatasan Indonesia.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat posisi geografis Indonesia yang memiliki wilayah laut luas dan berbatasan dengan sejumlah negara.

Selain mengandalkan penindakan aparat, Anton Suratto juga menekankan pentingnya langkah pencegahan di tingkat daerah.

Pemerintah daerah, menurutnya, perlu memperkuat edukasi dan sosialisasi bahaya narkotika kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda.

“Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Pemda dan masyarakat juga harus mengambil peran melalui edukasi, pengawasan lingkungan, serta membangun kesadaran bersama tentang bahaya narkotika,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan berbasis masyarakat menjadi penting agar generasi muda memiliki ketahanan terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika.

Halaman:

Terkini