berita

Buka Konferprov PWI Jabar 2026, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Tekankan Independensi Pers

Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:54 WIB
Buka Konferprov PWI Jabar 2026, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Tekankan Independensi Pers

BANDUNG, MAHATVA.ID – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan resmi membuka Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat 2026, di Hotel Horison Bandung. Rabu (12/8/2026).

Dalam sambutannya, Farhan menegaskan pentingnya kualitas dan profesionalisme jurnalis dalam menjaga ruang publik serta mencerdaskan masyarakat melalui karya jurnalistik yang berkualitas.

Farhan menilai profesi jurnalis membutuhkan kemampuan dan keterampilan tinggi, mulai dari mengolah kata, menulis berita, menentukan judul, membangun narasi, hingga mengangkat isu-isu yang relevan di tengah masyarakat.

“Saya percaya kualitas jurnalis Indonesia masih sangat baik. Kemampuan mengolah kata-kata, menulis, memberi judul, mengarahkan sebuah narasi, termasuk mengangkat isu-isu, itu membutuhkan skill yang tinggi dan luar biasa,” ujar Farhan dalam sambutannya.

Menurutnya, kualitas seorang jurnalis dapat terlihat dari karya jurnalistik yang dihasilkan. Masyarakat, kata dia, dapat dengan mudah membedakan antara karya jurnalistik yang dibuat secara asal-asalan dengan karya yang lahir dari kemampuan jurnalistik yang profesional.

Farhan berharap Konferprov PWI Jawa Barat dapat menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pers sekaligus menjaga peran strategis media dalam kehidupan demokrasi.

Ia menyampaikan harapan tersebut bukan hanya dalam kapasitasnya sebagai Wali Kota Bandung maupun seorang politisi yang selama ini berinteraksi dengan insan pers, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang menjadi konsumen karya jurnalistik.

“Saya ingin menyampaikan dan menggantungkan harapan kepada Konferensi Provinsi PWI Jawa Barat. Bukan sebagai seorang wali kota dan politisi yang tentu saja akrab, dalam tanda kutip, bergumul dengan para jurnalis, tetapi juga sebagai masyarakat yang adalah konsumen dari berbagai macam karya jurnalistik yang Bapak-Ibu buat,” tuturnya.

Farhan berharap pers mampu menghadirkan informasi yang membuat masyarakat Indonesia semakin cerdas, terbuka, dan memahami kondisi bangsa secara lebih baik.

“Kami ingin menjadi insan-insan Indonesia yang menjadi lebih cerdas, lebih terbuka, lebih mendapatkan enlightenment mengenai apa dan bagaimana kondisi kita selama ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menekankan pentingnya menjaga independensi pers sebagai salah satu kekuatan utama dalam sistem demokrasi Indonesia.

Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam menjaga akal sehat publik sekaligus membangun komunikasi yang kredibel antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami percaya bahwa di antara empat pilar, media adalah salah satu pilar yang sangat harus kita jaga independensinya di demokrasi Indonesia ini,” tegas Farhan.

Ia juga menilai media yang kredibel memiliki peran penting dalam menjaga nalar publik, hati nurani, serta membangun komunikasi publik yang sehat dan strategis.

Halaman:

Terkini