berita

11 Tahun Istiqomah, MDS Rijalul Ansor Parungpanjang Capai Putaran ke-200

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:31 WIB
11 Tahun Istiqomah, MDS Rijalul Ansor Parungpanjang Capai Putaran ke-200

Camat Parungpanjang Chairuka Judhyanto turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebangsaan, terlebih menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Perjuangan para pahlawan kita dulu sangat berat. Mari kita kibarkan bendera Merah Putih dan kita doakan para pahlawan kita,” katanya.

Selain persoalan kebangsaan, Chairuka juga menyoroti masalah lingkungan, khususnya persoalan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah di wilayah Parungpanjang.

Ia menyampaikan rencana untuk membentuk relawan sampah guna mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat hanya diserahkan kepada pemerintah. Dibutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor H. Sutoto mengapresiasi konsistensi MDS Rijalul Ansor Parungpanjang dalam mengajak masyarakat mengikuti kegiatan keagamaan.

Ia menilai terdapat sejumlah aspek penting yang perlu menjadi perhatian bersama dalam membangun masyarakat, yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

“Alhamdulillah, di hari spesial ini saya bisa ikut. Pak Hari tidak pernah bosan mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan keagamaan,” ujar H. Sutoto.

Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Parungpanjang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar dapat ditangani secara maksimal.

Hal senada disampaikan Ketua MWC NU Kecamatan Parungpanjang Ust. Ahmad Su’aidi, S.Pd.I. Ia menegaskan, persoalan di masyarakat tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, TNI maupun Polri.

“Banyak permasalahan di Parungpanjang. Bukan hanya camat, polisi, TNI maupun anggota dewan, tetapi para santri, ulama hingga wartawan juga harus turun,” tegasnya.

Selain memperingati putaran ke-200, kegiatan juga dirangkai dengan Haul ke-1 almarhum H. Utsman bin H. Madsira, orang tua Ust. Ahmad Su’aidi.

Acara diawali istighosah yang dipimpin Ust. Ahmad Su’aidi. Selanjutnya jamaah mengikuti kajian kitab kuning.

Ust. Wildan Mukholadun membahas Kitab Fathul Mu’in karya Ahmad Zainuddin Al-Fannani yang berkaitan dengan ilmu fikih. Sementara K.H. Taju Subki, Lc., menyampaikan kajian dari Kitab Qashashul Qur’an.

Halaman:

Terkini