berita

11 Tahun Istiqomah, MDS Rijalul Ansor Parungpanjang Capai Putaran ke-200

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:31 WIB
11 Tahun Istiqomah, MDS Rijalul Ansor Parungpanjang Capai Putaran ke-200

BOGOR, MAHATVA.ID – Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, mencatat perjalanan istimewa dengan mencapai putaran ke-200 pengajian rutin yang telah berlangsung selama 11 tahun.

Momentum tersebut diperingati pada Senin malam, 10 Agustus 2026, di Gedung MWC NU, Kampung Kabasiran RT 02/RW 02, Desa Kabasiran, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.

Selama lebih dari satu dekade, pengajian MDS Rijalul Ansor Parungpanjang digelar secara konsisten setiap dua minggu sekali, pada Senin malam menjelang Selasa. Putaran ke-200 menjadi penanda panjangnya perjalanan dalam menjaga tradisi dzikir, sholawat, silaturahmi, serta kajian keislaman di tengah masyarakat.

Peringatan tersebut diisi dengan pemotongan tumpeng, istighosah, kajian kitab kuning, serta Haul ke-1 almarhum H. Utsman bin H. Madsira.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Camat Parungpanjang Chairuka Judhyanto, Anggota DPRD Kabupaten Bogor H. Sutoto, Ketua MWC NU Parungpanjang Ust. Ahmad Su’aidi, S.Pd.I., serta jajaran Ansor, Banser dan jamaah Nahdliyin.

Ketua MDS Rijalul Ansor Parungpanjang, Hari Setiawan, S.I.Kom., mengungkapkan rasa syukur atas capaian 200 kali pertemuan yang dapat dipertahankan selama 11 tahun.

Menurutnya, konsistensi tersebut tidak mudah dicapai tanpa militansi, keuletan, loyalitas, serta dukungan para guru, kiai dan jamaah.

“Alhamdulillah bisa terus istiqomah membawa MDS Rijalul Ansor sampai putaran ke-200. Ini sangat sulit dicapai jika tidak ada jiwa militan, keuletan, hingga loyalitas tinggi. Kendala bisa saya lalui. Yang paling utama, saya berterima kasih kepada Allah SWT,” ujar Hari.

Ia berharap para guru dan kiai terus memberikan bimbingan agar kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Harapan saya para guru dan kyai di MDS Parungpanjang bisa membimbing saya dalam memegang teguh tongkat Nahdliyin untuk kemaslahatan umat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua MDS Kabupaten Bogor Gus Isma menyebut pencapaian tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa.

Menurutnya, angka 200 bukan sekadar hitungan jumlah kegiatan, tetapi menjadi simbol perjalanan panjang dalam merawat syiar Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah.

“Putaran ke-200 dalam perjalanan 11 tahun tanpa libur bukan waktu yang sebentar dan bukan perjuangan yang mudah. Angka 200 bukan hanya hitungan, tapi saksi dari ribuan langkah kaki, jutaan kalimat dzikir, dan agungnya sholawat yang tidak pernah padam di Parungpanjang,” ungkap Gus Isma.

Ia menilai konsistensi MDS Rijalul Ansor Parungpanjang menjadi salah satu bentuk nyata dedikasi dalam menjaga tradisi keagamaan di Kabupaten Bogor.

Halaman:

Terkini