berita

INVESTIGASI: Menguak Tabir Tiket 'Siples' KM Pangrango-Mengapa Penumpang Masih Terlantar di Emperan Kapal?

Jumat, 7 Agustus 2026 | 13:29 WIB
INVESTIGASI: Menguak Tabir Tiket 'Siples' KM Pangrango-Mengapa Penumpang Masih Terlantar di Emperan Kapal?

"Kalau sudah naik, terus ada yang turun di bandar, itu bisa pakai (tempat tidur) dengan tambahan. Tapi balik lagi ke kebijakan ABK. Seringkali tanpa sprei, bantal, atau kondimen lainnya," lanjut sumber tersebut.

Radiasi Dampak: Informasi yang Mahal harganya

Tiket Siples atau Sleepless ini sebenarnya adalah solusi bagi wajah transportasi laut kita yang sering dianggap tidak manusiawi. Namun, selama sistem "Add-on" ini hanya disosialisasikan secara terbatas atau "di bawah meja" melalui kebijakan diskresi petugas, maka emperan kapal akan tetap menjadi saksi bisu ketidakadilan informasi.

KM Pangrango, yang secara fisik merupakan salah satu kapal terkecil namun vital, kini menjadi sorotan. Statusnya sebagai "kapal wisata" seharusnya membawa standar pelayanan yang lebih transparan. 

Kini publik bertanya: Sampai kapan penumpang harus membayar harga mahal untuk sebuah kenyamanan yang sebenarnya bisa mereka beli, hanya karena prosedur yang tertutup kabut ketidakpastian?

Kesimpulannya jelas: Jika Anda tak ingin berakhir di lantai kapal, jangan hanya membeli tiket. Datangi kantor cabang, minta "Add-on Siples", dan tuntut hak kenyamanan Anda sebelum peluit keberangkatan berbunyi. Jangan biarkan hak tidur Anda hanyut di lautan birokrasi.

Halaman:

Terkini