berita

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Pembangunan SDM Jadi Prioritas Dukung Asta Cita Prabowo

Minggu, 2 Agustus 2026 | 15:32 WIB
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Pembangunan SDM Jadi Prioritas Dukung Asta Cita Prabowo

JAKARTA, MAHATVA.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama Kementerian Agama (Kemenag) dalam mendukung implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Berbagai program strategis di bidang pendidikan, kesehatan, pesantren, hingga pemberdayaan ekonomi umat terus diperkuat sebagai investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan dalam Zikir dan Doa Kebangsaan bertema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026), yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Menag, pembangunan manusia merupakan fondasi utama kemajuan bangsa. Oleh karena itu, Kementerian Agama terus mengakselerasi berbagai program prioritas pemerintah sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas masyarakat.

"Kami bersyukur dapat berkontribusi menyukseskan berbagai program prioritas Presiden. Investasi terbesar bangsa ini adalah membangun manusia," ujar Nasaruddin Umar.

Program MBG dan Cek Kesehatan Gratis Jangkau Jutaan Siswa

Di sektor kesehatan, Menag mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan manfaat kepada lebih dari 11 juta siswa dan santri di bawah pembinaan Kementerian Agama.

Selain itu, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau lebih dari 1,2 juta siswa dan santri, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi muda melalui pemenuhan gizi dan layanan kesehatan sejak usia dini.

Jutaan Pelajar Terima Bantuan Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, Kementerian Agama terus memperluas akses pendidikan berkualitas melalui berbagai program bantuan pemerintah.

Hingga saat ini, sekitar 5,1 juta siswa di lingkungan Kementerian Agama menerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP). Sementara itu, sebanyak 289.295 mahasiswa perguruan tinggi keagamaan memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Selain bantuan pendidikan, pemerintah juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi di Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah, guna mencetak generasi yang memiliki daya saing global sekaligus memperkuat moderasi beragama.

Revitalisasi Madrasah dan Digitalisasi Pembelajaran

Kementerian Agama juga terus melakukan transformasi pendidikan melalui peningkatan mutu lembaga pendidikan keagamaan.

Pemerintah telah merevitalisasi 556 madrasah dan sekolah keagamaan, membangun 352 madrasah serta 34 perguruan tinggi keagamaan negeri, sekaligus mempercepat digitalisasi pembelajaran melalui distribusi 2.180 papan interaktif digital kepada 551 madrasah di berbagai daerah.

Di sisi lain, peningkatan kualitas tenaga pendidik juga menjadi perhatian serius melalui perluasan pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Menurut Menag, pemberian tunjangan profesi guru mengalami peningkatan hingga 700 persen, yang disebut sebagai kenaikan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Perkuat Pendidikan Karakter dan Ekoteologi

Kementerian Agama juga mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter yang menanamkan nilai toleransi, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap lingkungan.

Halaman:

Terkini