Menurut Presiden, percepatan pembangunan dilakukan agar masyarakat segera merasakan kesejahteraan dan Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.
"Kita mengejar sasaran karena rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan kaya seperti Indonesia. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri. Tidak ada bangsa lain yang akan membangun Indonesia selain kita sendiri," tegasnya.
Menanggapi arahan Presiden, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kesiapannya mempercepat program nasional melalui modernisasi budidaya tebu, peningkatan produktivitas, penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, hingga penguatan kemitraan dengan petani dan industri gula.
Menurut Amran, percepatan tersebut akan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi gula nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
"Kami siap menjalankan arahan Bapak Presiden. Seluruh jajaran Kementerian Pertanian akan bekerja maksimal bersama pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan petani agar target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan," kata Mentan Amran.
Ia menambahkan, Kementerian Pertanian akan terus mengawal program peremajaan tebu nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah industri gula, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu di berbagai daerah.
Dengan percepatan tersebut, pemerintah berharap Indonesia mampu memenuhi kebutuhan gula nasional dari produksi dalam negeri, memperkuat ketahanan pangan, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor dalam waktu yang lebih singkat.