berita

LNG Abadi Blok Masela Resmi Dibangun, Pemerintah Utamakan Kebutuhan Energi Nasional

Jumat, 17 Juli 2026 | 23:46 WIB
LNG Abadi Blok Masela Resmi Dibangun, Pemerintah Utamakan Kebutuhan Energi Nasional

KEPULAUAN TANIMBAR, MAHATVA.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela akhirnya resmi memasuki tahap pembangunan setelah tertunda selama hampir 28 tahun. Kepastian tersebut ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Bahlil menyebut dimulainya pembangunan LNG Abadi Blok Masela menjadi tonggak penting bagi upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong hilirisasi industri, sekaligus membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

"Hari ini kami semua merasa berbahagia karena akhirnya kita melakukan groundbreaking sebagai tanda dimulainya proyek. Selama 28 tahun proyek ini ada, tetapi tidak pernah jelas kapan dimulai," ujar Bahlil.

Proyek LNG Abadi Blok Masela Akhirnya Direalisasikan

Menurut Bahlil, proyek yang sempat mengalami berbagai dinamika sejak akhir 1990-an akhirnya dapat direalisasikan setelah pemerintah memutuskan pembangunan fasilitas pengolahan gas dilakukan di darat (onshore) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, proyek tersebut sempat mengalami perdebatan panjang terkait pilihan pengembangan antara offshore dan onshore, sehingga menghambat realisasi investasi selama puluhan tahun.

Dengan dimulainya groundbreaking, pekerjaan awal langsung dilaksanakan secara paralel, meliputi:

  • Pembersihan lahan

  • Pembangunan pagar kawasan

  • Jalan akses proyek

  • Pelabuhan pendukung

  • Infrastruktur dasar lainnya

  • Pembangunan pipa gas bawah laut sepanjang sekitar 180 kilometer dengan kedalaman mencapai 1.000 meter

"Ini bukan pekerjaan yang mudah. Tantangannya sangat besar. Karena itu kami membutuhkan dukungan seluruh pihak agar proyek berjalan lancar," kata Bahlil.

60 Persen Gas Blok Masela untuk Kebutuhan Dalam Negeri

Bahlil memastikan pemerintah mengutamakan kebutuhan energi nasional dibanding ekspor.

Halaman:

Terkini