berita

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Naik Akibat Penutupan Selat Hormuz

Kamis, 16 Juli 2026 | 14:22 WIB
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Naik Akibat Penutupan Selat Hormuz

Iran Sebut Sedang Hadapi "Perang Eksistensial"

Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan bahwa negaranya tengah menghadapi ancaman terhadap eksistensi nasional.

Menurutnya, keamanan Iran kini bergantung pada penerapan kebijakan nasional di Selat Hormuz.

Ia juga menegaskan bahwa Iran belum memiliki rencana kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat.

Trump Klaim Iran Ingin Berdamai

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran berada dalam posisi terdesak.

Dalam pidatonya di Pennsylvania Defense and Innovation Summit, Trump mengatakan pemerintah Iran sebenarnya ingin mengakhiri konflik.

Menurut Trump, Washington telah menghubungi Teheran dan meminta Iran segera mencapai kesepakatan guna menghindari eskalasi lebih lanjut.

Meski demikian, pemerintah Iran tetap bersikeras bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz hanya dapat dilakukan apabila Amerika Serikat memenuhi sejumlah kesepakatan yang pernah disepakati kedua negara pada Juni lalu.

Dampak Global Terus Dipantau

Konflik terbaru ini kembali meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah yang menjadi pusat produksi energi global.

Analis memperingatkan bahwa apabila ketegangan terus meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor energi, tetapi juga terhadap perdagangan internasional, inflasi global, hingga stabilitas ekonomi dunia.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai peluang pecahnya perang berskala penuh antara Amerika Serikat dan Iran masih relatif terbatas karena kedua pihak masih mempertimbangkan konsekuensi geopolitik dan ekonomi yang sangat besar.

Halaman:

Terkini