berita

PJBG Andaman Resmi Ditandatangani, Djoko Siswanto: Gas 160 MMSCFD untuk PLN Percepat FID, Target Onstream 2028

Selasa, 7 Juli 2026 | 14:47 WIB
PJBG Andaman Resmi Ditandatangani, Djoko Siswanto: Gas 160 MMSCFD untuk PLN Percepat FID, Target Onstream 2028

Gunakan FPSO dan Fasilitas Onshore Arun

Untuk Plan of Development (POD)-1, pengembangan fasilitas produksi akan menggunakan konsep hybrid offshore dan onshore.

Gas yang diproduksi dari sumur-sumur lepas pantai terlebih dahulu diproses menggunakan Floating Production Storage and Offloading (FPSO) guna memisahkan gas, kondensat, karbon dioksida (CO₂), serta hidrogen sulfida (H₂S).

Selanjutnya gas bersih (lean gas) akan dialirkan melalui pipa bawah laut sepanjang sekitar 80 kilometer menuju Onshore Receiving Facility (ORF) di kawasan KEK Arun, Aceh.

Menurut Djoko, seluruh proses tersebut telah memperoleh persetujuan penggunaan lahan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kementerian Keuangan.

Kandungan CO₂ dan H₂S Harus Dipisahkan

Djoko menjelaskan, gas dari Lapangan Andaman tidak dapat langsung dikirim ke daratan karena memiliki kandungan CO₂ dan H₂S yang cukup tinggi.

Kedua unsur tersebut sangat korosif sehingga berpotensi menyebabkan pipa cepat berkarat, bocor, hingga rapuh apabila tidak dipisahkan terlebih dahulu.

Selain alasan keselamatan operasi, proses pemurnian juga menjadi syarat agar gas memenuhi spesifikasi yang ditetapkan oleh Pertagas, PLN, serta ketentuan BPH Migas.

"Gas dari sumur offshore Andaman tidak dapat langsung dibawa ke darat karena mengandung CO₂ dan H₂S yang cukup tinggi. Kedua unsur tersebut harus dipisahkan terlebih dahulu agar memenuhi spesifikasi gas untuk jaringan Pertagas maupun pembangkit listrik PLN," jelas Djoko.

Ia menambahkan, penggunaan FPSO untuk memproses gas sebelum dikirim ke daratan merupakan praktik yang lazim diterapkan pada proyek-proyek migas lepas pantai berskala besar di Indonesia, seperti Blok Masela, kawasan Natuna, Selat Madura, hingga offshore Kalimantan Timur.

Di akhir keterangannya, Djoko Siswanto berharap seluruh tahapan proyek dapat berjalan sesuai target sehingga produksi gas Andaman dapat dimulai pada 2028.

"Mohon doa dan dukungan Bapak Ibu. Insya Allah seluruh tahapan berjalan lancar, aman, dan selamat sehingga target onstream tahun 2028 dapat tercapai," pungkasnya.

Halaman:

Terkini