Meski mendukung kebebasan menyampaikan aspirasi, Totok mengingatkan bahwa setiap bentuk penyampaian pendapat tetap harus dilakukan secara bertanggung jawab dan menghormati hak masyarakat lainnya.
Menurutnya, aksi demonstrasi perlu dilaksanakan dengan tetap memperhatikan kepentingan publik agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.
“Mahasiswa silakan menyampaikan pendapat dengan sebaik-baiknya. Namun, ada juga hak masyarakat lain yang harus dihormati, seperti mereka yang sedang bekerja, berdagang, atau menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Totok berharap pemerintah terus membuka ruang dialog dan mendengarkan berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan menyampaikan kritik dan masukan secara konstruktif serta didukung data yang kuat.
“Pemerintah harus mendengarkan apa yang disampaikan masyarakat. Sementara masyarakat, ketika menyampaikan aspirasi, sebaiknya juga dilengkapi data dan argumentasi yang kuat agar pesan yang ingin disampaikan dapat ditangkap dengan baik,” katanya.
Ia menegaskan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, media, dan aparat keamanan untuk saling menghormati peran masing-masing.
“Bangsa ini milik bersama. Jika demokrasi dijaga dengan baik, maka itu akan menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang,” pungkas Totok Suryanto.