“Kami berharap pembinaan olahraga dapat terus mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan karena olahraga merupakan salah satu sarana efektif untuk membangun generasi muda yang sehat, produktif, dan berprestasi,” ujarnya.
Sejumlah pemerhati olahraga menilai pembinaan usia muda yang dilakukan secara konsisten dan profesional menjadi faktor utama dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi. Sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, dunia pendidikan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci terciptanya ekosistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
Melalui partisipasi di Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Surabaya 2026, Ghosun Iron Camp berharap para atlet dapat menampilkan kemampuan terbaik mereka dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan nilai-nilai positif yang telah ditanamkan selama masa pembinaan.
Keberangkatan 10 atlet muda tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di tingkat daerah terus berkembang dan memiliki potensi besar untuk melahirkan petinju-petinju masa depan yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.