berita

Teddy Indra Wijaya Jawab Kritik Dino Patti Djalal Soal Intensitas Kunjungan Luar Negeri Prabowo

Selasa, 2 Juni 2026 | 14:35 WIB
Teddy Indra Wijaya Jawab Kritik Dino Patti Djalal Soal Intensitas Kunjungan Luar Negeri Prabowo

JAKARTA, MAHATVA.ID – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya akhirnya buka suara menanggapi sorotan yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, terkait tingginya frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto sejak menjabat sebagai kepala negara.

Melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, Teddy menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan Dino. Menurutnya, pandangan tersebut merupakan kritik yang konstruktif dan berasal dari sosok diplomat berpengalaman.

"Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi wakil menteri luar negeri, walaupun hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan," kata Teddy, dikutip Senin (1/6/2026).

Biaya Perjalanan Ditanggung Pribadi Presiden

Menanggapi kritik mengenai biaya perjalanan luar negeri Presiden, Teddy menegaskan bahwa seluruh kelebihan biaya di luar anggaran resmi negara ditanggung langsung oleh Presiden Prabowo secara pribadi.

Menurutnya, hal tersebut telah beberapa kali dijelaskan kepada publik guna menghindari kesalahpahaman terkait penggunaan anggaran negara untuk kunjungan kenegaraan.

"Segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," ujarnya.

Jumlah Rombongan Diklaim Berkurang Lebih dari Separuh

Selain biaya perjalanan, Teddy juga menyoroti jumlah rombongan yang mendampingi Presiden dalam setiap kunjungan luar negeri.

Ia mengungkapkan bahwa jumlah delegasi yang ikut dalam lawatan Presiden Prabowo kini jauh lebih sedikit dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

Menurut Teddy, pada periode terdahulu jumlah rombongan bisa mencapai lebih dari 120 orang. Sementara pada masa pemerintahan Prabowo, jumlah tersebut dibatasi sekitar 50 hingga 60 orang.

"Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Berkurang lebih dari separuh dari periode sebelumnya," katanya.

Jadwal Kunjungan Menyesuaikan Dinamika Global

Terkait usulan agar agenda kunjungan luar negeri Presiden diumumkan jauh hari sebelumnya, Teddy menjelaskan bahwa situasi geopolitik dunia saat ini sangat dinamis sehingga tidak seluruh agenda dapat ditetapkan secara kaku dalam jadwal tahunan.

Menurutnya, terdapat sejumlah kunjungan yang bersifat mendesak sesuai perkembangan kondisi internasional maupun kebutuhan strategis Indonesia.

"Perkembangan dunia global itu sangat dinamis, hari per hari. Ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara," jelasnya.

Diplomasi Dinilai Penting di Tengah Krisis Global

Lebih lanjut, Teddy menilai tingginya intensitas kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri tidak dapat dilepaskan dari kondisi dunia yang sedang menghadapi berbagai krisis dan ketidakpastian geopolitik.

Halaman:

Terkini