berita

Kopdar HRD se-Kecamatan Gunung Putri, Sharing Season Atasi Permasalahan Perusahaan dan Lingkungan.

Selasa, 29 Agustus 2023 | 12:13 WIB
Kopdar HRD se-Kecamatan Gunung Putri, Sharing Season Atasi Permasalahan Perusahaan dan Lingkungan.

Mahatvamediaindonesia.id, GUNUNG PUTRI – Paguyuban HRD se-Kecamatan Gunung Putri menggelar Kopi Darat (KOPDAR) Bersama Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha, yang berlangsung di Santorini Garden, Kawasan Apartemen Gunung Putri Square, Kabupaten Bogor. Selasa, (29/08/2023).

Gunawan Wibisono Selaku Ketua Paguyuban HRD se-Kecamatan Gunung Putri mengatakan, bahwa Kopdar ini dalam rangka silaturahmi HRD se-Gunung Putri, saling tukar informasi dan saling tukar pikiran.

“Ya terkait pandangan-pandangan apa pun yang terkait dengan menyangkut Perusahaan. Mulai dari perizinan, Lingkungan dan Requitment tenaga kerja,” ucapnya.

Wibi mengatakan untuk saat ini yang sedang hits diperbincangkan adalah terkait soal perijinan.

“Ya kemarin kan terkait perizinan sumur, sekarang terkait perizinan SRF dan IMB yang sekarang itu istilahnya PBG (Persetujuan Bangun Gedung),” ucapnya.

-

Wibisono juga menjelaskan, kesulitan untuk mengurus izin tersebut ialah harus menggunakan pihak ketiga, yang sudah tentu jelas biayanya lebih mahal.

“Ya karena untuk mengurus IMB dan PBG itu harus memiliki Arsitektur, memiliki ahli Electrikal dan Ahli Stuktur,” ungkapnya.

Ia mengatakan, bahwa Pihaknya telah melakukan upaya berkomunikasi dengan DPKPP dan dinas terkait, sehingga bisa memudahkan agar biaya tersebut bisa terjangkau.

“Sementara untuk saat ini pihak perusahaan masih memilah milih, mencari kompetitor yang memiliki penawaran yang lebih rendah,” katanya.

Tak hanya itu, Wibisono juga mengatakan, bahwa tingginya upah dikabupaten Bogor yang membuat beberapa perusahaan melakukan pindah ke daerah lain.

Saat disinggung terkait penerimaan tenaga kerja, Wibi mengungkapkan bahwasanya selama ini tidak ada terkait penerimaan tenaga kerja, selama pihak perusahaan masih bisa berkomunikasi dengan lingkungan.

“Ya…sejauh ini masih tidak ada masalah untuk penerimaan tenaga kerja, paling hanya ada 1 atau 2 perusahaan. Akan tetapi, selama pihak perusahaan masih bisa berkomunikasi dengan Desa, RW dan RT semua tidak ada masalah,” pungkasnya.

Terkini