Mahatvamediaindonesia.id, CIBINONG – Bupati Bogor Iwan Setiawan melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah, Cibinong pada Rabu (14/11/2023).
Pejabat yang dilantik di antaranya, Kepala Dinas, Kepala Badan, Staf Ahli, Camat, Sekretaris Dinas, Sekretaris Kecamatan, Kepala Bagian, Kepala Bidang, Kepala Seksi, Kepala Sub Bagian, hingga Kepala UPT.
Kepada 74 pejabat yang baru dilantik, Iwan mengingatkan jajarannya agar tidak hanya bekerja normatif, namun juga inovatif.
BACA JUGA : Bupati Bogor Iwan Setiawan, Coffe Morning Jaga Kemitraan Dengan Awak Media
“Optimalkan digitalisasi, kelola data dengan baik agar program kegiatan evidence based dan tepat sasaran, perkuat sinergi dan kolaborasi dengan mitra strategis untuk percepatan pembangunan,” ucapnya.
Dia pun mengarahkan agar banyak berdiskusi dengan kalangan kreatif, akademisi dan mitra strategis lainnya, agar muncul ide dan inspirasi untuk perbaikan dan peningkatan pelayanan publik.
Menurutnya, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memiliki komitmen untuk siap ditempatkan dimana saja sesuai kebutuhan organisasi.
Pelantikan pejabat ini, telah melalui proses pertimbangan berdasarkan penilaian kompetensi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
BACA JUGA : Juanda Dimansyah Kandidat Terkuat Calon PJ Bupati Bogor
“Saya harap peralihan tugas ini dapat dimaknai dengan sungguh-sungguh sebagai kesempatan untuk mengabdikan kemampuan terbaik dalam menjalankan birokrasi, melaksanakan pembangunan dan melayani masyarakat,” jelas Iwan.
Di samping itu, lanjutnya, sebagai pemimpin di unit kerja, harus menjadi pemantik perubahan. Bentuk sistem kerja yang solid dan budaya kerja yang sehat dan positif, agar organisasi dapat berfungsi optimal dalam mencapai target kinerja.
“Seluruh pejabat agar bekerja cerdas, cepat, cermat, sesuai dengan peraturan, ketentuan dan kode etik yang berlaku,” ujarnya.
Khusus kepada Camat, Bupati meminta agat cepat tanggap dan responsif terhadap situasi dan kondisi masyarakat.
“Atensi pendampingan desa dalam pengadministrasian dana transfer, dan aktif mendukung program prioritas seperti penanggulangan kemiskinan, stunting, dan sebagainya,” tandasnya.