berita

PWI Kabupaten Bogor Lakukan Kunjungan Kerja Ke PT Prasadha Pamunah Limbah Industri

Senin, 20 November 2023 | 07:25 WIB
PWI Kabupaten Bogor Lakukan Kunjungan Kerja Ke PT Prasadha Pamunah Limbah Industri

“DOWA awalnya didirikan di Jepang pada tahun 1884 sebagai perusahaan pertambangan dan peleburan/pemurnian logam. Divisi Daur Ulang dan manajemen lingkungan DOWA memiliki keahlian berbasis luas dan teknologi tingkat tinggi yang memungkinkan penangkapan kbali lebih dari dua puluh (20) logam berbeda, termasuk emas dan perak yang berasal dari teknik pemurnian yang dikembangkan dalam penambangan logam dan peleburan/pemurnian industri,” beber Arum.

Ia juga membeberkan, PT. Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) adalah perusahaan Indonesia yang telah beroperasi sejak tahun 1994 ini, menyediakan jasa pengumpulan, daur ulang, pengolahan dan pembuangan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) maupun limbah no B3.

BACA JUGA : Kolaborasi Pemprov dan PWI Jabar Sukses Selenggarakan UKW di 8 Daerah.

PPLI sendiri, kata Arum, dimiliki 95% oleh DOWA dan 5 persennya oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perusahaan Induk PPLI, DOWA Eco-System Co.Ltd, adalah perusahaan yang didedikasikan untuk pengelolaan lingkungan dan daur ulang, serta merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh DOWA Holdings Co.Ltd.

“Grup ini didirikan pada tahun 1884 tadi, sebagai perusahaan pertambangan dan peleburan/pemurnian logam di Jepang,” imbuhnya.

Lebih jauh ia memaparkan, PLLI juga menawarkan rangkaian solusi pengolahan dan pembuangan limbah yang komprehensif, dan sepenuhnya berizin. Ini, sambung Arum, memberi PPLI fleksibiltas dan kemampuan untuk menawarkan pelanggan ‘Layanan Serba Ada’ untuk semua kebutuhan limbah mereka.

Menurutnya, layanan PPLI sendiri menghasilkan lingkungan dlyang lebih bersih, kondisi kehidupan yang lebih baik, komunitas yang lebih sehat, dan aktivitas bisnis yang berkelanjutan. PPLI juga, bertanggung jawab atas penutupan lokasi penimbunan akhir dan perawatan pasca penutupan hingga 30 tahun.

“Kami juga bangga, dengan kepatuhan penuh kami terhadap peraturan di Indonesia. Atas perihal itu, PPLI memperoleh akreditasi pihak ketiga untuk sistem manajemen ISO 14001, OHSAS 18001, ISO/IEC 17025 oleh KAN. Adapula akreditasi laboratorium oleh kementerian Lingkungan Hidup, SMK3 dan sistem manajemen ISO 9001,” jelas Arum yang didampingi oleh Lukman Azis dan Ahmad Farid.

Arum menambahkan, sebagai bagian dari  kemajuan dan perkembangan industri lingkungan dan logistik, PT. PPLI saat ini telah melaksanakan pengangkutan limbah B3 dengan moda transportasi kereta api.

Terobosan ini diprakarsai oleh PT. PPLI yang bekerja sama dengan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT. Kereta Api Logistik (KALOG) untuk mengurangi beban pengangkutan limbah dijalan raya sekaligus mengurangi tingkat kemacetan.

Keberangkatannya sendiri, dari awal pengangkutan limbah B3 dimulai dari stasiun Kalimas Surabaya, menuju stasiun Nambo Gunungputir, Bogor, untuk diolah dan difasilitas pengelolaan limbah terpadu PPLI di Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

“Jenis transportasi ini akan rutin dilakukan dua kali seminggu dengan total 10 Twenty-Foot Equivalent (TEUs) dari 5 flat Carriage (GD) atau setar 180 ton untuk setiap keberangkatan. Target angkutan KA Limbah B3 tersebut, berasal dari perusahaan penghasil limbah dari pulau Jawa bagian timur, dengan fokus di Jawa Timur dan Jawa Tengah,” tuturnya.

“Dan untuk perusahaan dibawah naungan BUMN yang telah bekerja sama ada sebanyak puluhan, salah satu diantaranya yakni JOB Pertamina -Medco Tomori Sulawesi. Ada juga, PT. Unilever Indonesia Tbk, PT. L’oreal Indonesia, MM2100, dan RSUD Cibinong Kabupaten Bogor,” tutupnya.

Halaman:

Terkini