Acara ini juga diwarnai diskusi interaktif dengan para peserta, yang salah satunya menyoroti perbedaan antara penyebaran informasi melalui media sosial dan media massa. Pertanyaan seputar pemberitaan mengenai geng motor yang viral di media sosial juga menjadi perhatian. Menjawab hal ini, Untung menegaskan bahwa media massa memiliki tanggung jawab lebih besar untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi menyajikan solusi dan pandangan yang lebih mendalam.
"Media massa tidak boleh terjebak dalam sensasi berita. Kita harus fokus pada dampak sosial dan memberikan perspektif yang lebih komprehensif, berbeda dari informasi yang ada di media sosial," ujar Untung.
Sekretaris Camat Tajurhalang, Kiat, menyampaikan apresiasi terhadap acara ini, mengingat peran penting jurnalis dalam menyajikan berita yang akurat dan terverifikasi.
"Kami berharap acara ini bisa membantu masyarakat memahami pentingnya memilah informasi, khususnya di era digital yang penuh dengan berita-berita tak terverifikasi," ujarnya.
Acara Sapari Jurnalistik ini ditutup dengan antusiasme para peserta yang merasa bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang pers dan tantangan di era modern.