berita

Mauricius Angwarmase Tipu Warga Tanimbar Rp113 Juta, Janji Loloskan Anak Jadi KOWAD

Senin, 7 Juli 2025 | 12:38 WIB
Mauricius Angwarmase Tipu Warga Tanimbar Rp113 Juta, Janji Loloskan Anak Jadi KOWAD

MAHATVA.ID –Ironi kembali menyelimuti tanah Duan Lolat. Seorang putra daerah yang merantau ke Jawa Barat, pulang kampung bukan untuk membangun, melainkan menghalalkan segala cara demi ambisi politik. Senin (7/7)

Ia adalah Mauricius Angwarmase, alias Aris oknum dari Lembaga Missi Reclasering Republik Indonesia (LMRI-RI) yang kini diduga menipu salah satu keluarga petani di Desa Sangliat Krawain, Kecamatan Wertamrian, dengan modus "jalur dalam" seleksi TNI.

Janji Lolos Jadi KOWAD, Uang Rakyat Kecil Raib

Kisah ini bermula ketika Aris, yang berdomisili di Bandung dan mencantumkan alamatnya di Gang Cibuntu, Jawa Barat, menawarkan bantuan kepada keluarga Yosep Batlayeri, untuk meloloskan anak mereka sebagai Komando Wanita Angkatan Darat (KOWAD) dalam seleksi tahun 2024. Aris mengklaim memiliki koneksi jenderal di Mabes TNI-AD dan bisa “mengatur kelulusan” asal disiapkan uang pelicin.

Sebagai keluarga petani yang mendambakan masa depan lebih baik untuk anaknya, korban rela menggadaikan harta dan berutang ke bank dan koperasi demi mengumpulkan Rp113 juta. Uang itu diserahkan secara tunai dan transfer, sesuai permintaan Aris.

Namun kenyataannya, sang anak tidak lulus saat tahap Parade di Ambon. Dan janji bahwa uang akan dikembalikan jika gagal? Hanya isapan jempol.

Janji Palsu dan Dalih Konfirmasi Ajendam

Ketika keluarga mencoba meminta pertanggungjawaban, Aris hanya menjawab singkat: “akan dikonfirmasi ke Ajendam Pattimura.” Setelah itu, komunikasi terputus. Tak ada pengembalian dana, tak ada penjelasan. Hanya diam dan janji kosong yang menyisakan luka.

Upaya keluarga untuk mencari keadilan hingga melaporkan ke Kodim 1507/Saumlaki pun menemui hambatan. Lokasi pelaku yang berpindah-pindah membuat pelacakan sulit dilakukan.

Ambisi Politik, Uang Rakyat Jadi Modal Pencalonan

Investigasi keluarga korban mengungkap bahwa Mauricius pulang ke kampung halaman di Desa Amdasa, bukan sekadar untuk berlibur, tetapi untuk mendaftarkan diri sebagai Caleg DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar 2024.

Dugaan pun menguat: uang rakyat kecil hasil tipu muslihat dipakai sebagai “modal politik” untuk ambisi pribadi.

"Dia anak daerah, tapi pulang bukan bawa kebaikan, malah rusak kepercayaan. Uang kami bukan main-main. Harus dikembalikan!" tegas Yosep Batlayeri, korban penipuan.

Institusi TNI Diminta Tidak Diam

Halaman:

Terkini