China Balas dengan Tekanan Militer dan Ekonomi
Sebagai respons, China meningkatkan patroli militer di sekitar wilayah Taiwan:
31 pesawat tempur dan 7 kapal militer terdeteksi dalam 24 jam terakhir
24 pesawat melintasi garis tengah, pelanggaran terhadap batas tidak resmi kedua wilayah
Secara ekonomi, China juga memberlakukan kontrol ekspor terhadap 8 perusahaan pertahanan Taiwan, termasuk:
Aerospace Industrial Development Corporation
Jingwei Aerospace Technology Co.
CSBC Corporation (pembuat kapal terbesar Taiwan)
Larangan ini mencakup barang dual-use (sipil dan militer), yang langsung berlaku mulai 9 Juli.
“Komponen buatan China sudah lama kami keluarkan dari rantai pasokan. Industri pertahanan Taiwan sepenuhnya mandiri,” tegas juru bicara Kemenhan Taiwan, Chiao Fu-chun.
Dukungan AS dan Sikap Tegas China
Latihan ini turut melibatkan peralatan militer dari AS, termasuk sistem HIMARS, yang menuai protes dari pemerintah Tiongkok.
“Kami sangat menentang kerja sama militer antara AS dan Taiwan. Taiwan tidak akan berhasil jika mengandalkan dukungan asing,” kata Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri China.
Sebaliknya, Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan bahwa Taiwan berhak menentukan masa depannya.
“Kami tidak akan menyerah. Dunia harus tahu bahwa Taiwan siap dan akan mempertahankan dirinya sendiri,” tegasnya.