• Senin, 12 Oktober 2026

LAN Samarinda Apresiasi Inovasi Pengelolaan Sampah Terpadu di Lapas Cibinong

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 7 Agustus 2026 | 02:49 WIB
LAN Samarinda Apresiasi Inovasi Pengelolaan Sampah Terpadu di Lapas Cibinong
LAN Samarinda Apresiasi Inovasi Pengelolaan Sampah Terpadu di Lapas Cibinong

BOGOR, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan melalui pengembangan Pengelolaan Sampah Terpadu di Kebun Inovasi Lapas Cibinong. Program inovatif tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (PUSJAR SKPP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda, Dr. Rahmat, S.Pd., M.A, yang melakukan peninjauan langsung pada Kamis (6/8/2026).

Dalam kunjungannya, Dr. Rahmat meninjau seluruh rangkaian proses pengelolaan sampah organik yang dilakukan Lapas Cibinong, mulai dari pengolahan limbah hingga pemanfaatannya sebagai bagian dari program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan. Maggot hasil budidaya tersebut dimanfaatkan sebagai pakan ternak ayam, bebek, dan kambing yang dikelola oleh warga binaan.

Sistem yang terintegrasi tersebut dinilai mampu mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan nilai ekonomi serta menjadi sarana peningkatan keterampilan bagi warga binaan.

Kepala PUSJAR SKPP LAN Samarinda, Dr. Rahmat, S.Pd., M.A, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dikembangkan Lapas Cibinong.

"Saya menyampaikan apresiasi atas inovasi pengelolaan sampah terpadu yang dikembangkan Lapas Cibinong. Program ini memberikan manfaat nyata karena tidak hanya mampu mengurangi volume sampah organik, tetapi juga berhasil mengintegrasikan aspek pembinaan, pemberdayaan warga binaan, dan ketahanan pangan dalam satu sistem yang berkelanjutan. Saya berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi satuan kerja lainnya," ujarnya.

Program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Lapas Cibinong terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional serta implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat pemberdayaan warga binaan melalui pelatihan keterampilan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong menegaskan bahwa pengelolaan sampah terpadu merupakan salah satu bentuk komitmen lembaga pemasyarakatan dalam menghadirkan program pembinaan yang berdampak nyata bagi warga binaan maupun lingkungan.

"Kami berupaya menjadikan setiap program pembinaan memiliki nilai edukasi, produktivitas, dan keberlanjutan. Melalui pengelolaan sampah terpadu ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan di bidang budidaya maggot dan peternakan, tetapi juga membangun kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Harapannya, bekal ini dapat menjadi modal positif ketika mereka kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.

Melalui inovasi tersebut, Lapas Cibinong membuktikan bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Ke depan, program pengelolaan sampah terpadu ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai model pembinaan berbasis pemberdayaan yang mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi inspirasi bagi satuan kerja pemasyarakatan lainnya di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X