MAHATVA.ID – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengakui timnya belum berada dalam kondisi terbaik setelah menelan kekalahan 1-2 dari Persib Bandung pada laga semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026).
Pelatih asal Korea Selatan tersebut menilai faktor kebugaran menjadi salah satu penyebab Macan Kemayoran belum mampu tampil maksimal menghadapi rival abadinya. Menurut Shin, kondisi fisik para pemain Persija saat ini baru mencapai sekitar 30 hingga 40 persen.
"Kondisi para pemain saat ini memang belum berada di level terbaik. Menurut saya, kebugaran mereka baru sekitar 30 hingga 40 persen," ujar Shin Tae-yong.
Pada pertandingan tersebut, Persija tertinggal dua gol lebih dahulu di babak pertama melalui Uilliam Barros dan eksekusi penalti Balsa Sekulic. Tim ibu kota baru mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol Kwon Chang-hoon menjelang pertandingan usai.
Selain kondisi fisik yang belum ideal, Shin Tae-yong juga memanfaatkan turnamen pramusim ini untuk memberikan pengalaman bertanding kepada sejumlah pemain muda.
Sejak menit awal, Persija menurunkan Dani Ibrahim, Arlyansyah Abdulmanan, dan Figo Dennis sebagai starter. Tim juga hanya memainkan empat pemain asing, yakni Denis Kolinger, Kerim Memija, Fabio Calonego, dan Stjepan Loncar.
Memasuki babak kedua, Shin kembali memberikan kesempatan kepada pemain muda seperti Dia Syayid, Victor Dethan, dan Agi Firmansyah untuk menambah jam terbang mereka.
Di sisi lain, Persib Bandung tampil dengan kekuatan hampir penuh. Maung Bandung langsung menurunkan tujuh pemain asing sejak awal pertandingan, yakni Gabriel Mutombo, Patricio Matricardi, Gakuto Notsuda, Luciano Guaycochea, Balsa Sekulic, Luka Menalo, dan Uilliam Barros.
Meski gagal melangkah ke final Piala Presiden 2026, Shin Tae-yong menegaskan hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi penting sebelum menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.
Usai turnamen pramusim berakhir, Persija dijadwalkan menjalani pemusatan latihan selama dua pekan di Thailand guna meningkatkan kondisi fisik dan kekompakan tim.
"Liga dimulai pada 4 September. Kami akan terus bekerja keras agar seluruh pemain mencapai kondisi terbaiknya. Saya melihat tim ini sudah menunjukkan perkembangan, tetapi kami masih harus terus berkembang dan memperbaiki banyak hal," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Shin Tae-yong juga menyayangkan pertandingan semifinal berlangsung tanpa kehadiran penonton. Menurutnya, atmosfer laga akan jauh lebih hidup apabila suporter dapat memberikan dukungan langsung dari tribun.
"Sebenarnya saya merasa sedikit sedih karena pertandingan hari ini tidak dihadiri banyak penonton. Atmosfer seperti ini tentu berbeda dibandingkan jika stadion dipenuhi suporter," tutup Shin Tae-yong.
Persija kini akan mengalihkan fokus penuh untuk mempersiapkan skuad menghadapi musim kompetisi baru dengan target tampil lebih kompetitif sejak awal Super League 2026/2027.