• Senin, 12 Oktober 2026

Viral Dugaan Pungli Dishub Bekasi, Warga Sebut Truk Kerap Dihentikan di Pos Poncol

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 3 Agustus 2026 | 14:01 WIB
Viral Dugaan Pungli Dishub Bekasi, Warga Sebut Truk Kerap Dihentikan di Pos Poncol
Viral Dugaan Pungli Dishub Bekasi, Warga Sebut Truk Kerap Dihentikan di Pos Poncol

BEKASI, MAHATVA.ID – Video yang memperlihatkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi terhadap sopir truk di kawasan Pos Poncol, Jalan M. Hasibuan, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Dalam video yang beredar, terdengar seorang pria meminta agar uang sebesar Rp1,7 juta yang diduga dipungut dari seorang sopir truk segera dikembalikan. Pria tersebut juga mempertanyakan tindakan petugas yang diduga menahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) milik sopir.

"Pulangin duitnya semua! Sopir ini diminta Rp1,7 juta," ujar pria dalam video yang viral.

Video tersebut langsung menyebar luas di berbagai platform media sosial dan menuai beragam reaksi masyarakat. Sorotan juga datang dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang menyatakan kekecewaannya atas dugaan praktik tersebut dan meminta agar oknum yang terbukti bersalah diberikan sanksi tegas hingga pemecatan.

Warga Mengaku Truk Sering Dihentikan

Di balik viralnya video tersebut, warga sekitar mengaku aktivitas penghentian kendaraan truk di kawasan Pos Poncol bukanlah hal baru.

Salah seorang warga berinisial AI (42) mengaku kerap melihat petugas menghentikan truk yang melintas di lokasi tersebut. Meski demikian, ia tidak mengetahui secara pasti alasan penghentian kendaraan-kendaraan tersebut.

"Setahu saya, saya cuma sering lihat mobil berhenti di sini. Cuma saya enggak tahu masalahnya apa, karena kan kita enggak tahu urusan orang kerja," ujar AI saat ditemui, Jumat (31/7/2026).

AI juga mengaku pernah berbincang dengan seorang sopir truk yang mengaku dimintai uang sekitar Rp1,5 juta oleh oknum petugas.

"Kalau akhirnya dikasih atau enggak, saya enggak tahu. Saya cuma dengar informasi dari sopir," katanya.

Menurut AI, dugaan praktik tersebut terjadi belum lama ini dan diduga bukan merupakan kejadian pertama.

"Kalau yang saya tahu, biasanya di warung dekat pos. Waktu itu ada satu orang di warung. Saya enggak tahu kalau ada yang lain," ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X