• Senin, 12 Oktober 2026

BIMA: Profesionalisme SDM Kunci Indonesia Berdaulat dan Berdaya Saing Global

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 3 Agustus 2026 | 13:55 WIB
BIMA: Profesionalisme SDM Kunci Indonesia Berdaulat dan Berdaya Saing Global
BIMA: Profesionalisme SDM Kunci Indonesia Berdaulat dan Berdaya Saing Global

Jakarta, MAHATVA.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Insan Muda Indonesia (BIMA) menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor utama dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan global. Organisasi kepemudaan dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki integritas tinggi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi DPP BIMA, Diana Sari Yuni Atmaja, di Jakarta, Minggu (2/8/2026). Menurutnya, Indonesia tengah memasuki momentum penting dengan bonus demografi yang didominasi penduduk usia produktif.

Ia menjelaskan, bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan apabila diiringi peningkatan kompetensi, kepemimpinan, etos kerja, serta budaya inovasi. Sebaliknya, apabila kualitas SDM tidak terus ditingkatkan, peluang tersebut dapat berubah menjadi tantangan yang menghambat produktivitas nasional.

"Indonesia membutuhkan pemuda yang memiliki kemampuan, karakter, dan komitmen untuk berkarya secara profesional. Kualitas sumber daya manusia akan menentukan kemampuan bangsa menjaga kedaulatan, memperkuat daya saing, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan," ujar Diana.

Menurut Diana, profesionalisme tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga mencakup tanggung jawab, disiplin, etika, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda untuk berkontribusi di berbagai sektor, mulai dari kewirausahaan, industri, pendidikan, riset, ekonomi digital, hingga pelayanan publik.

Sebagai organisasi kepemudaan, BIMA terus mengembangkan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas anggota. Program tersebut meliputi pendidikan, pelatihan, penguatan literasi digital, pengembangan kepemimpinan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui pendekatan tersebut, BIMA ingin membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat kontribusi nyata dalam pembangunan nasional.

Diana menambahkan, kedaulatan bangsa tidak hanya berkaitan dengan aspek politik dan pertahanan, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan mengelola sumber daya manusia, memperkuat ketahanan ekonomi, mengembangkan teknologi, menjaga ketahanan pangan dan energi, serta membangun tata kelola pemerintahan yang baik.

Karena itu, seluruh sektor pembangunan membutuhkan SDM yang profesional, inovatif, dan mampu bekerja secara kolaboratif.

Selain itu, BIMA juga mendorong generasi muda memanfaatkan perkembangan teknologi informasi secara positif. Ruang digital dinilai dapat menjadi sarana memperluas wawasan, membangun jejaring, menciptakan inovasi, sekaligus membuka peluang ekonomi baru apabila dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

Momentum menuju Indonesia Emas 2045, lanjut Diana, harus menjadi semangat bersama untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi, integritas, dan semangat pengabdian kepada bangsa.

"BIMA berkomitmen membangun ekosistem kepemudaan yang menjunjung profesionalisme, kolaborasi, dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Melalui semangat Bersatu, Berkarya, dan Berdampak, kami ingin memperkuat peran pemuda sebagai mitra strategis pembangunan nasional menuju Indonesia yang berdaulat dan berkualitas," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X