BOGOR, MAHATVA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat jumlah warga yang terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau terus meningkat. Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 140.724 jiwa dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh air bersih di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan data tersebut merupakan akumulasi dampak kekeringan sejak 10 Juni hingga 31 Juli 2026.
"Taksiran dampak kekeringan atau krisis air mencapai 140.724 jiwa," ujar Adam Hamdani, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, wilayah terdampak kini meluas menjadi 28 kecamatan, mencakup 104 desa dan kelurahan dengan total 267 titik distribusi air bersih.
"Yang terdampak 104 desa atau kelurahan dengan titik distribusi 267," jelasnya.
BPBD Salurkan Lebih dari 1,1 Juta Liter Air Bersih
Sebagai upaya penanganan darurat, BPBD Kabupaten Bogor terus mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air.
Hingga saat ini, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 1.142.000 liter dan didistribusikan ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan paling parah.
Distribusi dilakukan secara bertahap sesuai permintaan pemerintah desa dan hasil asesmen lapangan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
Jumlah Warga Terdampak Meningkat Tajam
Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan laporan BPBD pada pekan sebelumnya.
Per 24 Juli 2026, BPBD mencatat sebanyak 94.002 jiwa di 24 kecamatan terdampak kekeringan. Namun dalam kurun waktu sepekan, jumlah tersebut meningkat menjadi 140.724 jiwa dengan cakupan wilayah bertambah menjadi 28 kecamatan.
Peningkatan ini menunjukkan dampak musim kemarau yang semakin meluas dan memengaruhi kebutuhan air bersih masyarakat di Kabupaten Bogor.
BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak serta segera melaporkan apabila wilayahnya mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi air bersih berjalan optimal selama musim kemarau 2026.