KENDAL, MAHATVA.ID – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal terus menunjukkan hasil positif. Produk-produk hasil karya warga binaan semakin mendapat kepercayaan masyarakat, ditandai dengan konsistensi penjualan 100 kilogram telur puyuh dan 100 kilogram pupuk kohe kepada masyarakat, Sabtu (1/8/2026).
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa hasil pembinaan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelatihan keterampilan bagi warga binaan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar.
Capaian ini merupakan bagian dari implementasi Program Pembinaan Kemandirian yang terintegrasi dengan Program Ketahanan Pangan. Melalui berbagai kegiatan produktif di sektor peternakan dan pertanian, warga binaan dibekali keterampilan kerja sekaligus pengalaman praktis sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu'man Fauzi, mengatakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk hasil pembinaan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas dan produktivitas.
"Kepercayaan masyarakat terhadap produk hasil pembinaan warga binaan merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. Ini menunjukkan bahwa proses pembinaan yang kami laksanakan berjalan dengan baik dan menghasilkan produk yang berkualitas. Kami akan terus menjaga kualitas serta meningkatkan produktivitas agar hasil karya warga binaan semakin bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung Program Ketahanan Pangan," ujar Nu'man Fauzi.
Kepercayaan masyarakat terhadap produk Lapas Terbuka Kendal juga diungkapkan oleh Agus, salah seorang pelanggan yang kembali membeli pupuk kohe hasil produksi warga binaan.
Menurutnya, pupuk organik tersebut dipilih karena dinilai lebih ramah lingkungan dan mampu menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
"Saya membeli pupuk kohe ini untuk memupuk tanaman cabai. Saya lebih memilih pupuk kohe alami dibanding pupuk kimia karena lebih aman untuk tanah dan tanaman dalam jangka panjang," ungkap Agus.
Lapas Terbuka Kendal berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai sektor pembinaan produktif, mulai dari peternakan, pertanian, hingga pengolahan hasil pertanian. Melalui program tersebut, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga mampu menghasilkan produk berkualitas yang memiliki daya saing serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Program pembinaan berbasis produktivitas ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mempersiapkan warga binaan agar lebih mandiri, produktif, dan siap kembali berperan aktif di tengah kehidupan bermasyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.