• Senin, 12 Oktober 2026

PWI Gelar Festival Nasional, Fokus Tingkatkan Kapasitas Pers di Era AI

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 30 Juli 2026 | 01:21 WIB
PWI Gelar Festival Nasional, Fokus Tingkatkan Kapasitas Pers di Era AI
PWI Gelar Festival Nasional, Fokus Tingkatkan Kapasitas Pers di Era AI

JAKARTA, MAHATVA.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) resmi mengumumkan penyelenggaraan PWI Fest 2026 yang akan berlangsung pada 4–5 Desember 2026 di Jakarta. Ajang berskala nasional ini diproyeksikan menjadi agenda tahunan PWI yang selanjutnya akan diselenggarakan secara bergilir di berbagai kota di Indonesia.

PWI Fest 2026 digelar sebagai respons terhadap perubahan besar dalam industri media akibat perkembangan pesat teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kick off menuju pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2027 yang akan dipusatkan di Provinsi Lampung pada April 2027.

Ketua Panitia PWI Fest 2026, Auri Jaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung dua misi utama, yakni meningkatkan kapasitas insan pers sekaligus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat.

"Selain menggelar workshop dengan pemateri dari platform-platform global seperti TikTok, Meta, dan Google, kita juga menggelar UMKM Festival. PWI Fest 2026 selain sebagai ajang untuk meng-upgrade kemampuan pekerja pers menyikapi perkembangan digital dan AI, tetapi juga sebagai arena untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat," ujar Auri Jaya.

PWI Fest 2026 akan menghadirkan beragam kegiatan, di antaranya Workshop Jurnalisme Digital dan AI yang membahas Mobile Journalism, verifikasi data berbasis Open Source Intelligence (OSINT), hingga keamanan digital. Workshop tersebut ditargetkan diikuti oleh 250 hingga 500 wartawan, editor, dan content creator dari berbagai daerah.

Selain pelatihan, PWI Fest juga akan dimeriahkan dengan UMKM Festival, Kompetisi E-Sports, serta Panggung Hiburan Rakyat yang melibatkan sinergi antara pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, dan platform digital global.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa industri pers nasional tengah menghadapi tantangan besar akibat disrupsi teknologi digital dan AI. Karena itu, PWI mengambil langkah konkret agar insan pers mampu beradaptasi sekaligus memimpin di era transformasi digital.

"Perkembangan Artificial Intelligence dan ekosistem digital hari ini telah mengubah peta industri media secara fundamental. Pers Indonesia tidak boleh gagap, ragu, atau sekadar menjadi penonton. Melalui PWI Fest 2026, PWI mengambil langkah konkret untuk memastikan pekerja pers kita memiliki kapasitas, keterampilan teknis, dan pemahaman etis yang kuat agar mampu memimpin di era transformasi AI," tegas Akhmad Munir.

Ia menambahkan, transformasi teknologi tidak boleh menghilangkan kedekatan pers dengan masyarakat. Oleh karena itu, PWI Fest dirancang tidak hanya sebagai ruang diskusi dan peningkatan kompetensi, tetapi juga sebagai wadah interaksi melalui festival UMKM dan hiburan rakyat.

"Pers yang kuat adalah pers yang tetap relevan dan menyatu dengan rakyat. PWI Fest menjadi ruang konsolidasi nasional antara insan pers, pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan platform global dalam membangun industri media Indonesia yang independen, kuat secara ekonomi, serta terus memberikan manfaat bagi bangsa," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X