KENDAL, MAHATVA.ID – Lapas Terbuka Kendal terus berinovasi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi produksi pakan ternak fermentasi. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pemanfaatan mesin pengaduk (mixer) untuk mempercepat proses pencampuran bahan baku sehingga menghasilkan pakan ternak yang lebih efisien dan berkualitas, Rabu (29/7/2026).
Produksi pakan ternak fermentasi dilakukan di pabrik pakan milik Lapas Terbuka Kendal dengan memanfaatkan bahan baku yang mudah diperoleh serta memiliki nilai ekonomis. Dalam satu kali proses produksi digunakan komposisi 100 kilogram dedak bekatul, 25 kilogram pur ayam, 20 kilogram nasi bekas, dan 30 kilogram sayuran bekas.
Seluruh bahan kemudian dicampur menggunakan larutan EM4 dan molase sebagai starter fermentasi untuk menghasilkan pakan yang memiliki kandungan nutrisi lebih baik.
Bahan baku berupa nasi dan sayuran bekas diperoleh melalui kerja sama pemanfaatan sisa pangan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdekat. Sebelum dicampurkan, sayuran terlebih dahulu dicacah menggunakan mesin chopper hingga berukuran halus agar proses fermentasi berlangsung lebih optimal.
Selanjutnya, seluruh bahan dimasukkan ke dalam mesin pengaduk sehingga proses pencampuran berlangsung lebih cepat, merata, dan efisien dibandingkan metode manual.
Setelah tercampur sempurna, pakan difermentasi selama tiga hingga lima hari sebelum digunakan sebagai pakan ternak di lingkungan Lapas Terbuka Kendal. Program tersebut menjadi bagian dari penerapan sistem peternakan terpadu yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.
Penanggung jawab kegiatan, Ayom Kusumo, menjelaskan bahwa penggunaan mesin pengaduk memberikan dampak signifikan terhadap efektivitas proses produksi.
"Dengan adanya mesin pengaduk, proses pembuatan pakan menjadi jauh lebih cepat dan hasil pencampurannya lebih merata. Pemanfaatan nasi serta sayuran bekas dari SPPG juga menjadi bentuk pengelolaan sumber daya yang lebih efektif karena dapat diolah kembali menjadi pakan ternak berkualitas melalui proses fermentasi," ujar Ayom Kusumo.
Sementara itu, Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu'man Fauzi, mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan program pembinaan kemandirian warga binaan yang mengedepankan efisiensi, keberlanjutan, dan ketahanan pangan.
"Kami terus mendorong berbagai inovasi agar seluruh program pembinaan di Lapas Terbuka Kendal mampu memberikan manfaat yang nyata. Optimalisasi pembuatan pakan ternak fermentasi dengan dukungan mesin pengaduk tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga mengajarkan kepada warga binaan bagaimana mengolah bahan-bahan yang tersedia menjadi produk yang bernilai guna. Inilah wujud pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan selaras dengan upaya mendukung program ketahanan pangan nasional," ungkap Nu'man Fauzi.
Melalui inovasi ini, Lapas Terbuka Kendal terus memperkuat sistem pertanian dan peternakan terpadu sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan.
Selain mampu memenuhi kebutuhan pakan ternak secara mandiri, kegiatan tersebut juga membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal usaha setelah kembali ke tengah masyarakat.