JAKARTA, MAHATVA.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari langkah evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan penghentian sementara penyaluran MBG akan dimanfaatkan untuk melakukan audit terhadap seluruh dapur penyedia makanan, sekaligus memperbaiki berbagai aspek pelaksanaan program sebelum siswa kembali masuk sekolah.
“Kami juga memanfaatkan momentum libur sekolah ini. Kami akan setop semua, kami akan audit semua dapur, sehingga nanti mudah-mudahan ketika anak-anak sudah masuk sekolah, kondisi di lapangan sudah lebih baik dan lebih rapi,” ujar Agustina usai rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Saat ditanya apakah penghentian program hanya berlaku selama masa libur sekolah, Agustina membenarkannya. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari proses pembenahan agar pelaksanaan MBG ke depan berjalan lebih optimal.
“Iya, setop. Untuk yang semasa libur sekolah, sambil kita membenahi,” katanya.
Agustina menjelaskan audit dapur menjadi salah satu fokus utama dalam evaluasi program. Selain memastikan kualitas fasilitas penyedia makanan, BGN juga akan melakukan perbaikan pada tata kelola organisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta penyempurnaan sistem pendataan penerima manfaat.
Menurutnya, data yang akurat merupakan fondasi penting dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran dan efektif.
“Kami akan melakukan transformasi mulai dari SDM, tata kelola, hingga data. Tidak mungkin kita membuat kebijakan tanpa data yang jelas,” tegasnya.
Dalam proses pembenahan tersebut, BGN juga mulai menjalin koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga yang memiliki basis data penerima manfaat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan data yang digunakan lebih valid dan terintegrasi sebelum program kembali dijalankan.
Selain audit dan pembaruan data, BGN juga akan melakukan refocusing atau penajaman sasaran penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Kebijakan tersebut bertujuan agar intervensi gizi yang diberikan pemerintah benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan.
Agustina menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan penerima manfaat program sesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Sementara penyesuaian terhadap dapur penyedia makanan merupakan bagian dari konsekuensi teknis atas penataan ulang tersebut.
“Kita bicaranya penerima manfaat dulu, baru dampaknya ada dapur dan sebagainya. Kita akan tata ulang,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah serta mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia. Melalui evaluasi dan pembenahan yang dilakukan selama masa libur sekolah, pemerintah berharap pelaksanaan MBG ke depan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.